MOMENTUM, Pringsewu--Tiga perguruan tinggi di Lampung menggelar wisuda bersama bagi 509 mahasiswa program sarjana (S-1) dan magister pendidikan tahun akademik 2025–2026 di Gedung Graha Adora, Kabupaten Pesawaran, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 509 wisudawan tersebut berasal dari tiga kampus, yakni Institut Bakti Nusantara (IBN) Lampung sebanyak 234 mahasiswa, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu sebanyak 188 mahasiswa, dan Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Islam (STEBI) Tanggamus sebanyak 87 mahasiswa.
Pendiri tiga perguruan tinggi tersebut, Fauzi, mengatakan pelaksanaan wisuda sengaja digelar secara bersama sebagai bentuk sinergi antarlembaga pendidikan.
“Wisuda kali ini sengaja digabungkan,” kata Fauzi.
Fauzi yang juga menjabat Rektor IBN Lampung menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan beserta orang tua yang turut mendampingi dalam prosesi wisuda.
“Wisuda adalah momen bersejarah setelah sekian tahun menuntut ilmu. Saya bangga melihat banyak orang tua yang bukan sarjana, tetapi berhasil mengantarkan anaknya menjadi sarjana,” ujarnya.
Ia mengatakan, gelar sarjana merupakan hasil dari perjuangan, kerja keras, dan doa. Menurut dia, ilmu pengetahuan harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Fauzi mengajak para wisudawan membangun jejaring komunikasi yang baik dengan sesama alumni, dosen, maupun antarkampus agar ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan secara optimal.
“Sebab gelar sarjana adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah XV Lampung, Wahyu Iryana, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang diraih.
“Kelulusan ini adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan doa yang tidak pernah putus dari orang tua serta para dosen. Jadikan momentum ini sebagai awal pengabdian yang lebih luas,” katanya.
Ia berharap para lulusan menjadi sarjana yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki akhlak dan integritas dalam mengabdikan diri di tengah masyarakat.
“Tugas sarjana tidak berhenti di kampus saja. Bawalah ilmu ke masyarakat, sekolah, pesantren, dan lembaga tempat saudara mengabdi. Jadilah pemecah masalah, bukan sekadar pengamat persoalan,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, wisuda bukan akhir dari proses belajar. Para lulusan diminta terus meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPD RI daerah pemilihan Lampung, Almira Nabila Fauzi. (**)
Editor: Muhammad Furqon
