MOMENTUM, Pringsewu--Pemerintah Provinsi Lampung kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan dengan memulai groundbreaking ruas Pringsewu–Kalirejo di Kabupaten Pringsewu, Kamis (21-5-2026).
Pada proyek ruas Kalirejo–Pringsewu (Link 033), Pemprov Lampung akan melakukan preservasi jalan menggunakan rigid pavement atau beton cor sepanjang efektif 2,7 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp23,9 miliar.
Ruas jalan tersebut memiliki total panjang sekitar 16,92 kilometer. Saat ini kondisi jalan mantap mencapai 14,892 kilometer, sementara sekitar 1,5 kilometer masih dalam kondisi belum mantap. Pengerjaan proyek ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender.
Berdasarkan data lalu lintas, sekitar 12 ribu kendaraan melintas setiap hari di ruas tersebut.
Dalam sambutannya, Jihan Nurlela menegaskan pembangunan jalan tidak cukup hanya memperbaiki badan jalan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembenahan sistem drainase dan irigasi agar kerusakan tidak cepat terjadi.
“Saya dulu waktu KKN di Unila lewat jalan ini. Dulu jalannya rusak dan salah satu penyebab utamanya karena drainase tidak baik. Air menggenang di badan jalan. Aspal itu musuhnya air. Kalau air parkir di jalan, jalan akan cepat berlubang dan rusak,” kata Jihan.
Ia meminta masyarakat turut menjaga saluran irigasi dengan rutin membersihkan sedimentasi, sampah, rumput, maupun lumpur agar aliran air tetap lancar.
Menurutnya, perkembangan kawasan perkotaan juga harus memperhatikan keberadaan drainase. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menutup saluran air demi kebutuhan parkir atau pembangunan ruko tanpa sistem aliran yang baik.
“Kalau irigasi ditutup untuk lahan parkir tanpa jalur air, itu tidak diperbolehkan. Drainase harus tetap berfungsi supaya jalan yang sudah dibangun bisa awet,” ujarnya.
Selain persoalan drainase, Jihan juga menyoroti kendaraan over dimension over loading (ODOL) yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan, terutama kendaraan pengangkut hasil perkebunan dan industri seperti sawit dan singkong.
Menurutnya, ruas Kalirejo–Pringsewu merupakan jalur ekonomi penting yang menopang aktivitas distribusi antara Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah.
“Ruas ini merupakan jalur ekonomi penting penyangga Kabupaten Pringsewu dan Lampung Tengah. Banyak kendaraan pengangkut hasil pertanian, sawit, singkong dan lainnya melintas di sini. Karena itu harus dijaga bersama,” katanya.
Jihan menyebut tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu saat ini telah mencapai 87,86 persen. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di wilayah tersebut mencapai kondisi mantap 100 persen pada 2029.
“Saya akan kawal sampai akhir 2029, Insyaallah jalan provinsi di Pringsewu bisa mantap 100 persen,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Lampung M Taufiqullah menjelaskan pada tahun anggaran 2026 terdapat tiga paket pekerjaan jalan di Kabupaten Pringsewu dengan total anggaran mencapai Rp35,2 miliar.
Tiga paket tersebut meliputi preservasi ruas Kalirejo–Pringsewu, rekonstruksi ruas Pringsewu–Pardasuka, serta rehabilitasi ruas Pardasuka–Sukamara.
“Total penanganan sekitar 4,3 kilometer. Semua kabupaten sekarang disentuh pembangunan. Untuk Pringsewu total anggarannya sekitar Rp35 miliar,” kata Taufiqullah.
Ia menjelaskan ruas Kalirejo–Pringsewu menjadi prioritas utama karena memiliki volume kendaraan yang tinggi, mencapai sekitar 12 ribu kendaraan per hari. Karena itu, rigid pavement dipilih agar jalan lebih kuat menahan beban kendaraan berat.
“Rigid yang dibangun panjangnya 2,7 kilometer dengan lebar enam meter dan bahu jalan masing-masing satu meter menyesuaikan kondisi eksisting. Jalan ini memang padat kendaraan dan banyak dilalui angkutan berat,” ujarnya.
Selain proyek tersebut, Pemprov Lampung juga melakukan rekonstruksi ruas Pringsewu–Pardasuka sepanjang 600 meter dengan anggaran Rp5,7 miliar menggunakan rigid pavement.
Kemudian rehabilitasi ruas Pardasuka–Sukamara sepanjang satu kilometer menggunakan flexible pavement atau hotmix dengan anggaran Rp3,9 miliar.
Pembangunan itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, peternakan hingga mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas konsistensi pembangunan jalan di wilayahnya.
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan drainase dan lingkungan agar jalan yang dibangun dapat bertahan lama.
“Kita harus sama-sama menjaga irigasi, jangan buang sampah sembarangan. Gotong royong menjaga kebersihan harus terus dilakukan supaya jalan ini awet dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Umi, pembangunan infrastruktur jalan akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk mendukung aktivitas UMKM dan distribusi hasil pertanian warga.
“Semoga dengan perbaikan jalan ini ekonomi masyarakat semakin meningkat dan kebutuhan masyarakat bisa lebih tercukupi,” tutupnya. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
