MOMENTUM, Jakarta -- Telkomsel menegaskan komitmennya menjalankan bisnis berkelanjutan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan perusahaan meyakini pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pelestarian lingkungan.
"Sebesar apa pun pertumbuhan yang dicapai perusahaan akan kehilangan makna jika lingkungan tidak terjaga dan kualitas hidup masyarakat menurun. Karena itu, Telkomsel akan terus berinovasi agar dampak keberlanjutan yang dihasilkan semakin luas dan berkualitas," kata Nugroho dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).
Komisaris Utama Telkomsel yang juga Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz F.M. Hendropriyono, menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam mendorong praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Menurut dia, Telkomsel menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan meski tidak bergerak di sektor ekstraktif yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan.
Dalam implementasinya, Telkomsel menjalankan strategi keberlanjutan melalui tiga pilar utama, yakni Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi.
Pada pilar Jaga Cita, Telkomsel memperluas akses layanan digital dan pengembangan talenta. Sepanjang 2025, perusahaan melayani 156,1 juta pelanggan seluler dan 10,3 juta pelanggan IndiHome B2C. Layanan tersebut didukung lebih dari 293 ribu BTS yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk lebih dari 360 desa yang sebelumnya mengalami blank spot.
Perusahaan juga membina sekitar 90 ribu pelajar, pelaku UMKM, komunitas, dan talenta muda melalui berbagai program pemberdayaan berbasis digital.
Melalui pilar Jaga Data, Telkomsel memperkuat perlindungan data pelanggan dan keamanan siber dengan menerapkan standar internasional, di antaranya ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010.
Sementara pada pilar Jaga Bumi, Telkomsel terus mengurangi dampak lingkungan dari operasional perusahaan. Hingga 2025, sebanyak 361 BTS telah menggunakan energi terbarukan berbasis panel surya dan mikrohidro.
Selain itu, seluruh limbah elektronik perusahaan telah dikelola melalui skema daur ulang, penggunaan kembali, atau peremajaan. Seluruh kemasan kartu SIM juga telah menggunakan material kertas yang lebih ramah lingkungan.
Telkomsel juga melakukan penanaman lebih dari 12 ribu pohon mangrove sepanjang 2025 sebagai bagian dari program pengurangan emisi karbon.
Direktur Planning and Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam, mengatakan keberhasilan program keberlanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Telkomsel ingin terus mendorong kolaborasi untuk menciptakan dampak nyata bagi Indonesia serta mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan," ujarnya.
Telkomsel menegaskan akan terus mendukung implementasi strategi keberlanjutan GoZero Telkom Group dan berkontribusi terhadap target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan grup perusahaan. (**)
Editor: Muhammad Furqon
