MOMENTUM, Bandarlampung -- Setelah lebih dari tiga dekade menjadi tuan rumah Porwanas, Lampung kembali mendapat kepercayaan menggelar agenda besar insan pers nasional pada 2027.
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengajak seluruh wartawan menyukseskan Hari Pes Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun depan dengan semangat menjadi tuan rumah yang baik serta meraih prestasi terbaik.
Ajakan tersebut disampaikan Wirahadikusumah saat menutup pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Lampung XXXVIII Tahun 2026 di Balai Solfian Akhmad, Kantor PWI Lampung, Jumat (10/7/2026).
Menurut Wirahadikusumah, pelaksanaan HPN di Lampung menjadi momentum bersejarah karena merupakan kali pertama provinsi tersebut dipercaya menjadi tuan rumah peringatan puncak Hari Pers Nasional.
Sementara Porwanas terakhir kali digelar di Lampung pada 1993 bersamaan dengan Kongres PWI yang dibuka Presiden Soeharto.
"Ayo sukseskan HPN. Ini pertama di Lampung, Porwanas terakhir 1993 berbarengan dengan Kongres yang dibuka Presiden Soeharto. Kita berharap 2027 juga demikian, kita menjadi tuan rumah yang baik, sukses pelaksanaan dan sukses prestasi," kata Wirahadikusumah.
Ia mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan HPN dan Porwanas tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus PWI, tetapi membutuhkan dukungan seluruh wartawan dan insan pers di Lampung.
Dalam kesempatan itu, Wirahadikusumah juga berpesan kepada wartawan yang telah dinyatakan kompeten dalam UKW agar tidak berpuas diri hanya dengan memperoleh sertifikat.
Menurutnya, kompetensi wartawan harus dibuktikan melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan penerapan nilai-nilai profesionalisme dalam menjalankan tugas.
"Selembar sertifikat tidak bisa mewakili kita bila di lapangan tidak diterapkan semua yang telah dipelajari selama dua hari ini," ujarnya.
Ia menegaskan, wartawan harus terus menghasilkan karya karena perkembangan teknologi digital telah mengubah ekosistem media. Menurutnya, proses jurnalistik yang sebelumnya banyak berada di tangan wartawan kini juga melibatkan berbagai pihak dalam distribusi informasi.
"Dari empat modal jurnalistik, yaitu produksi, editing, publishing dan distribusi, tidak semuanya lagi berada di tangan wartawan," katanya.
Karena itu, lanjut dia, wartawan harus tetap menjalankan perannya sebagai clearing house informasi dengan disiplin melakukan verifikasi dan menguji setiap informasi sebelum dipublikasikan.
"Berita itu harus fakta, sehingga masyarakat mendapatkan berita yang benar dan jernih," tegasnya.
Sementara itu, penguji UKW dari PWI Pusat Marah Sakti mengingatkan wartawan yang telah dinyatakan kompeten agar mampu menghadapi tantangan profesi ke depan.
Ia meminta wartawan tetap menjaga diri, menjaga profesi kewartawanan, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam bekerja.
Sebelumnya, sebanyak 31 peserta dinyatakan kompeten dalam UKW PWI Lampung XXXVIII Tahun 2026. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 36 peserta yang mengikuti rangkaian uji kompetensi pada 9-10 Juli 2026.
Perwakilan penguji, Iskandar Zulkarnain, mengatakan para peserta terbagi dalam tujuh kelas, yakni enam kelas jenjang muda dan satu kelas jenjang madya.
"Selamat bagi yang lulus dan semangat bagi yang belum. Jangan berkecil hati karena masih banyak kesempatan," ujar Iskandar.(*)
Editor: Muhammad Furqon
