MOMENTUM, Lampung--Lembaga survei RAKATA merilis hasil riset terbaru terkait persepsi masyarakat terhadap kinerja kepemimpinan Provinsi Lampung. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik yang tergolong tinggi terhadap kinerja Gubernur Mirza dan Wakil Gubernur Jihan.
Survei yang melibatkan 800 responden di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung ini menggunakan metode acak dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error ±3,5 persen. Riset tersebut mengukur empat indikator utama, mencakup kinerja pimpinan, tingkat kekompakan, hingga kesesuaian dengan harapan publik.
Berdasarkan data yang dikutip dalam laman media sosial rakatainstitute, Jumat (18-9-2026), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Lampung, Mirza, mencapai 81,75 persen. Rinciannya, sebanyak 7,00 persen responden mengaku sangat puas, 11,25 persen tidak puas, dan 7,00 persen sisanya menyatakan sangat tidak puas.
Penilaian positif yang seimbang juga diraih oleh Wakil Gubernur Jihan dengan tingkat kepuasan publik mencapai 80,38 persen. Sebanyak 7,63 persen responden menilai sangat puas, 12,00 persen tidak puas, dan 7,63 persen menyatakan sangat tidak puas.
Indikator kekompakan duet Mirza–Jihan turut mendapat respons dominan dari mayoritas masyarakat. Sebanyak 70,75 persen responden menilai kepemimpinan berdua sangat harmonis, dengan 27,13 persen di antaranya menyatakan sangat setuju, sementara 2,75 persen menilai kurang kompak.
Pada indikator kesesuaian kinerja dengan harapan publik, sebanyak 54,00 persen responden menilai capaian pemerintah daerah telah sesuai atau melampaui ekspektasi. Di sisi lain, terdapat 20,75 persen masyarakat yang menilai kinerja pimpinan daerah masih di bawah harapan.
Hasil riset RAKATA ini mengindikasikan bahwa meski mendapat dukungan mayoritas, Pemprov Lampung tetap memiliki ruang evaluasi untuk menjawab aspirasi warga yang belum terpenuhi. Pesan "Lampung Lebih Maju, Bersama Masyarakat" dijadikan pijakan utama dalam mendorong partisipasi publik pada pembangunan daerah.
Tingginya angka kepuasan ini menjadi modal sosial yang kuat bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempercepat pelaksanaan program kerja strategis. Evaluasi dari catatan masyarakat diharapkan dapat ditindaklanjuti demi mewujudkan pembangunan yang merata di Bumi Ruwa Jurai.(**)
Editor: Agus Setyawan
