Ketua DPC PKB Lamteng: Anak Bukan Objek, tetapi Subjek Pembangunan Bangsa

img
Ketua DPC PKB Lampung Tengah dr Uswatun Hasanah

MOMENTUM, Gunungsugih--Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak. 

Ketua DPC PKB Lampung Tengah dr Uswatun Hasanah menegaskan, anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak suara dan partisipasi sesuai tingkat kematangannya.

Menurut Uswatun, investasi terbesar bangsa bukan hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perhatian terhadap tumbuh kembang setiap anak Indonesia.

“Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” ujar Uswatun, Sabtu (25/7/2026).

Ia mengatakan, HAN 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” dengan tagline “Sayang Anak Sayang Indonesia”. Kampanye tersebut juga diperkuat melalui tagar #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia untuk menyebarluaskan pesan perlindungan anak, termasuk di ruang digital.

Uswatun menjelaskan, peringatan HAN tahun ini mengedepankan delapan nilai utama yang diharapkan menjadi karakter anak Indonesia, yakni berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, memiliki solidaritas, aman, dan bertanggung jawab.

Selain itu, pelaksanaan HAN 2026 berpedoman pada lima prinsip utama, yaitu ramah anak, desentralisasi, apresiatif, partisipatif dan kolaboratif, serta berdampak.

“Prinsip-prinsip tersebut memastikan setiap kegiatan peringatan HAN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak,” katanya.

Uswatun juga menyampaikan pesan kepada anak-anak agar berani menyampaikan apabila mengalami ketidaknyamanan atau kekerasan.

“Kalian berhak aman dan bahagia di rumah, sekolah, ruang publik, maupun di dunia digital. Berbeda itu biasa, dan berteman itu luar biasa. Jika merasa tidak nyaman atau mengalami kekerasan, jangan diam. Ceritakan kepada orang dewasa yang dipercaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan selalu hadir untuk kalian,” pungkasnya. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos