MOMENTUM, Panaragan--Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mulai menggeber pemenuhan target Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) tahun 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta bergerak cepat menuntaskan dokumen dan memenuhi seluruh indikator pencegahan korupsi.
Sekretaris Daerah Tubaba Iwan Mursalin menegaskan, MCSP bukan sekadar kewajiban administrasi. Program tersebut menjadi instrumen penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Pedoman MCSP 2026, sekaligus pembahasan target pemenuhan dokumen, Selasa (4-8-2026).
Kegiatan diikuti inspektorat daerah dan seluruh OPD penanggung jawab area intervensi MCSP. Sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman, sekaligus mempercepat pemenuhan dokumen sesuai indikator yang telah ditetapkan.
"Seluruh perangkat daerah harus memiliki komitmen yang sama dalam memenuhi indikator dan dokumen pendukung MCSP. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi upaya membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas," tegas Iwan.
Dia meminta, setiap OPD memperkuat koordinasi lintas sektor agar target dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan implementasi MCSP di Tubaba.
Selain pemaparan pedoman MCSP 2026, peserta juga mendapat penjelasan mengenai mekanisme unggah dokumen, strategi percepatan pemenuhan indikator, hingga pembahasan berbagai kendala di lapangan beserta langkah penyelesaiannya.
Lewat kegiatan tersebut, Pemkab Tubaba menegaskan komitmen memperkuat sistem pencegahan korupsi, meningkatkan pengawasan internal, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, serta melayani masyarakat. (**)
Editor: Munizar
