MOMENTUM, Sidomulyo–Dari balik jendela ruang kerjanya di SDN 1 Budidaya, Kepala SDN 1 Budidaya Sidomulyo, Andri Sugiarto, S.Pd., sering memperhatikan dua sepeda motor yang membelah debu Jalan Lintas Sumatera saban pagi. Di atas kendaraan roda dua itu, dua fasilitator muda program JAPFA for Kids, Tamara Karent (26) dan Debora Intan Ashshofa (26), menempuh rute rata-rata enam hingga 10 kilometer demi mendampingi anak-anak didiknya.
Bagi Andri, kehadiran Tamara dan Debora sejak 11 Juli lalu membawa warna baru di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Dua gadis muda ini bertugas mendampingi serta memantau pelaksanaan program di 15 sekolah dasar se-Kecamatan Sidomulyo hingga Desember 2026.
"Sebagai kepala sekolah, saya sangat mengapresiasi komitmen para fasilitator. Rute menuju sekolah kami bukan jalanan yang mudah, tetapi konsistensi mereka hadir mendampingi anak-anak patut diacungi jempol," tutur Andri Sugiarto kepada wartawan harianmomentum.com, Selasa (4-8-2026).
Peran Kunci Guru PIC di Garis Depan
Keberhasilan pelaksanaan program di lingkungan sekolah tentu tak lepas dari dedikasi para pendidik di lapangan. Andri menekankan bahwa kelancaran seluruh rangkaian Hari Sehat JAPFA (HSJ) di SDN 1 Budidaya bertumpu pada komitmen penuh dua orang guru penanggung jawab (Person in Charge/PIC).

Guru PIC SDN 1 Budidaya Sidomulyo membagikan telur rebus kepada siswa sebagai bagian dari pendampingan bekal gizi seimbang pada kegiatan Hari Sehat JAPFA.
"Untuk sekolah kami, yang sangat berperan besar dalam kegiatan HSJ ini adalah dua guru kami yang kami beri tanggung jawab untuk mengordinir dan mengondisikan kegiatan ini tanpa mengenal lelah, yaitu Ibu Hasnawati, S.Pd.I., dan Ibu Deka Wandira, S.Pd.," ungkap Andri penuh bangga.
Berkat keuletan Ibu Hasnawati dan Ibu Deka, koordinasi teknis setiap minggunya berjalan begitu rapi. Mulai dari mengondisikan barisan murid saat senam empat pilar gizi, memandu edukasi kesehatan, hingga membimbing pembiasaan cuci tangan pakai sabun dan pemeriksaan kebersihan kuku para siswa sebelum masuk kelas.
Merawat Gizi Seimbang dari Sekolah hingga Rumah
Momen paling hangat selalu tercipta saat jam makan bersama tiba. Di bawah pengawasan tim PIC sekolah bersama para fasilitator, meja-meja kelas dipenuhi kotak bekal yang dibawa sendiri oleh siswa dari rumah.
"Anak-anak diajak membawa bekal gizi seimbang: ada karbohidrat, protein seperti telur atau ikan, sayur, buah, hingga air putih. Pemicu semangat mereka adalah pembagian stempel cap bintang di buku harian setelah berhasil menghabiskan bekal sehatnya," jelas Andri.
Dampak positif pendampingan ini juga merembet hingga ke rumah. Melalui komunikasi berkala yang dibangun guru dan fasilitator bersama para orang tua, variasi menu harian terus didorong agar anak tidak bosan. Selain itu, data tumbuh kembang serta berat dan tinggi badan para siswa yang terindikasi malagizi rutin dicatat dan dicocokkan bersama Puskesmas setempat tiap akhir bulan.
Saat jam sekolah usai, Andri menyalami para fasilitator dan guru pendamping dengan penuh rasa terima kasih. Di tahun ke-18 berjalannya JAPFA for Kids, SDN 1 Budidaya berkomitmen penuh merawat kebiasaan hidup sehat ini demi mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat, disiplin, dan unggul dari ujung desa.(**)
Editor: Agus Setyawan
