MOMENTUM, Jakarta— PT Perkebunan Nusantara I (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero) menjajaki pemanfaatan langsung (direct use) panas bumi untuk proses pengeringan teh di kawasan Patuha.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dalam rangkaian Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dan Direktur Utama Geo Dipa Energi Yudistian Yunis.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengkaji dan menguji teknologi pemanfaatan panas bumi bersama PTPN I Regional 2 di kawasan Patuha.
Kajian meliputi aspek teknis, teknologi, keekonomian, risiko, serta model kerja sama. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan kelayakan penerapan panas bumi sebagai sumber energi dalam pengolahan teh.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan pemanfaatan panas bumi menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan.
“Pengeringan teh dengan memanfaatkan panas bumi merupakan inovasi sekaligus model baru dalam mengadaptasi perubahan lingkungan. Energi terbarukan seperti panas bumi semakin relevan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil maupun bahan bakar kayu,” kata Rivai.
Menurutnya, transformasi perkebunan tidak hanya menyangkut peningkatan produktivitas, tetapi juga mencakup pengelolaan energi, proses produksi, dan optimalisasi aset.
“Yang kita bangun hari ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi bagaimana menghadirkan kemanfaatan yang lebih besar,” ujarnya.
Jika hasil kajian menunjukkan kelayakan teknis dan ekonomi, panas bumi berpotensi menjadi alternatif energi untuk pengolahan teh. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan energi konvensional.
Bagi Geo Dipa Energi, kerja sama ini memperluas pemanfaatan panas bumi melalui skema direct use, tidak hanya untuk pembangkitan listrik. Sinergi dengan PTPN I juga membuka peluang pemanfaatan energi panas bumi untuk kegiatan produktif di sektor perkebunan.
Kawasan Patuha menjadi lokasi tahap awal untuk menguji penerapan teknologi secara terukur. Hasil kajian akan menentukan pengembangan kerja sama selanjutnya.
Kerja sama tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong pemanfaatan energi terbarukan dalam proses produksi perkebunan agar lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.(*)
Editor: Muhammad Furqon
