Hadapi Dampak Erupsi GAK, Basarnas Lampung Siagakan 166 Personel

img
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menyiagakan 166 personel untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Selain personel internal, Basarnas Lampung juga menyiapkan dukungan 200 personel potensi SAR terlatih yang dapat digerakkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung Deden Ridwansah mengatakan kesiapsiagaan dilakukan menyusul aktivitas erupsi GAK yang masih berlangsung. Perkembangan aktivitas gunung dan potensi dampaknya terus dipantau secara intensif.

“Personel dan sarana prasarana SAR dalam kondisi siap untuk digerakkan apabila terjadi kondisi kedaruratan yang membutuhkan penanganan SAR maupun evakuasi,” kata Deden dalam laporan pemantauan dan kesiapsiagaan Basarnas Lampung.

Berdasarkan hasil monitoring pada Minggu (6/9/2026), sebaran abu vulkanik yang sebelumnya berdampak di sejumlah wilayah sudah tidak terpantau di kawasan permukiman. Kondisi wilayah terdampak secara umum relatif kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Meski demikian, aktivitas erupsi GAK masih berlangsung. Karena itu, arah dan sebaran abu vulkanik tetap dipantau secara intensif.

Kondisi pesisir dan aktivitas penyeberangan lintasan Merak-Bakauheni juga terpantau berjalan normal.

Sementara pada sektor penerbangan hingga Minggu (6/9/2026), dampak erupsi masih teridentifikasi di Bandara Radin Inten II dan Bandara Taufik Kiemas yang hingga saat ini masih berstatus closed. Basarnas Lampung terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan pengelola Bandara Radin Inten II untuk memperoleh perkembangan kondisi penerbangan dan ruang udara.

Adapun Bandara Gatot Soebroto Waykanan tidak terdampak erupsi. Namun, aktivitas penerbangan di bandara tersebut relatif jarang.

Untuk mendukung operasi SAR, Basarnas Lampung menyiapkan berbagai sarana darat, laut, serta peralatan penyelamatan.

Sarana SAR darat yang disiapkan antara lain satu unit rescue truck, enam unit truk personel, dua unit rescue car tipe I, lima unit rescue car tipe II, dua unit rescue carrier, satu unit Commob, satu unit spider excavator, dan 11 unit motor trail.

Sementara peralatan SAR meliputi tiga set Palsar CSSR, tiga set Palsar VAR, empat set Palsar HART, tiga unit drone termal, empat set peralatan medis, tujuh set peralatan selam, lima set peralatan SAR air, 16 set alat komunikasi/HT, serta satu unit mobile repeater.

Untuk operasi di perairan, Basarnas Lampung menyiagakan KN SAR Basudewa sepanjang 40 meter, satu unit RBB, tiga unit RIB, dua unit double stabilizer boat atau jukung, serta satu unit jetski.

Deden mengatakan Basarnas Lampung juga terus melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD, TNI/Polri, potensi SAR, pemerintah daerah, KSOP, dan ASDP. Pemantauan dilakukan terhadap wilayah pesisir, perairan, serta aktivitas pelayaran di wilayah Lampung.

“Kami memastikan seluruh alut dan palsar dalam kondisi siap operasi, termasuk kesiapan alat pelindung diri personel,” katanya.

Basarnas Lampung selanjutnya akan meningkatkan pemantauan aktivitas GAK melalui koordinasi dengan Pos Pantau Rajabasa dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait.

Apabila terjadi peningkatan dampak erupsi atau laporan kejadian yang membutuhkan penanganan SAR, personel, sarana, dan peralatan SAR akan segera dikerahkan sesuai hasil asesmen di lapangan.

Deden memastikan perkembangan situasi akan dilaporkan secara berkala dan berjenjang kepada pimpinan.

“Personel siap operasi, alut dan palsar siap digerakkan, serta koordinasi lintas sektor telah terjalin dengan baik,” ujarnya.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos