MOMENTUM, Bandarlampung--Bawaslu Provinsi Lampung memperketat kesiapsiagaan sistem digital guna mengantisipasi ancaman serangan siber menjelang tahapan Pemilu 2029. Langkah ini direalisasikan melalui keterlibatan dalam Rapat Sinergi Bawaslu dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara daring, Rabu (9-9-2026).
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, hadir langsung dalam forum tersebut bersama Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Lampung, Achmad Sutiono. Pertemuan lintas lembaga ini memfokuskan pembahasan pada strategi penguatan pertahanan siber dalam tata kelola pengawasan Pemilu.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengungkapkan bahwa ancaman serangan siber berpotensi melanda sejak dimulainya tahapan Pemilu pada pertengahan 2027. Antisipasi dini dinilai sangat vital mengingat proses tahapan Pemilu 2029 akan dimulai sekitar bulan Juni atau Juli 2027.
Bagja menilai tantangan digital pada Pemilu 2029 makin kompleks seiring pesatnya pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Serangan siber diwaspadai tidak hanya merusak teknis infrastruktur, tetapi juga berpotensi mengganggu legitimasi dan akurasi data pengawasan.
Guna membentengi sistem elektronik pengawasan, Bawaslu memprioritaskan pembenahan tata kelola keamanan digital dan early detection. Peningkatan kapasitas teknis jajaran pengawas di daerah juga terus dipacu agar responsif terhadap potensi peretasan.
Penguatan benteng siber ini diperkokoh melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu RI dan BSSN. Kerjasama ini mencakup sinergi pengawasan, pengamanan sistem elektronik, hingga perlindungan data Pemilu dan Pilkada.
Sekretaris Utama BSSN, Soetedjo Joewono, menegaskan komitmen penuh BSSN untuk mendampingi Bawaslu. BSSN menyiagakan kolaborasi menyeluruh yang mencakup integrasi sumber daya manusia, prosedur pengamanan, hingga keandalan teknologi.
Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, menegaskan bahwa keandalan keamanan digital berbanding lurus dengan penjagaan integritas Pemilu. Jajaran pengawas di daerah diinstruksikan untuk memiliki kesiapan dalam mendeteksi dan menangkal gangguan siber.
Sementara itu, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Lampung, Achmad Sutiono, memastikan kesiapan kelembagaan dalam mendukung transformasi digital. Pihaknya fokus meningkatkan kesadaran keamanan data serta kepatuhan prosedur di internal sekretariat.
Sinergi berkelanjutan antara Bawaslu dan BSSN diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengawasan Pemilu yang aman dan adaptif. Langkah preventif ini menjadi modal utama dalam mengawal demokrasi digital yang transparan dan tepercaya.(**)
Editor: Agus Setyawan
