Hanya 20 Persen Guru Bertumbuh, Kadisdik Lampung Genjot Transformasi Pembelajaran

img
Kadisdikbud Lampung, Thomas Americo.

MOMENTUM, Bandarlampung--Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Americo, mengungkapkan fakta penting terkait kualitas pengajar di daerah ini. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menunjukkan belum mencapai 20 persen guru yang benar-benar bertumbuh dan memiliki jiwa pembelajaran yang kompetitif. Angka ini menjadi dasar utama bagi langkah perbaikan yang kini digencarkan.

Kondisi yang terlihat di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga pendidik masih berjalan pada pola rutinitas semata. Mereka menjalankan tugas mengajar tanpa melakukan pembaruan atau transformasi, padahal tuntutan zaman dan kebutuhan peserta didik terus berubah dengan cepat.

"Yang sungguh bertumbuh dan memiliki jiwa pembelajaran yang kompetitif belum sampai 20 persen. Sisanya masih sekadar rutinitas, belum bertransformasi, padahal zaman sudah berubah," tegas Thomas.

Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Internasional Conference On Progressive (ICOPE) 2026 di Aula K FKIP Universitas Lampung (Unila), Sabtu, 12 September 2206.

Merespons kenyataan tersebut, Dinas Pendidikan mulai memperkuat kapasitas guru secara konsisten dan menyeluruh. Mulai tahun ini, pelatihan internal atau in-house training, bimbingan teknis, serta lokakarya dilaksanakan secara rutin di seluruh satuan pendidikan di 15 kabupaten/kota.

Penguatan ini menitikberatkan pada dua transformasi utama yang harus berjalan beriringan. Pertama adalah transformasi akademik, yaitu peningkatan wawasan dan kemampuan intelektual pengajar. Kedua, transformasi metode pembelajaran agar cara mengajar di kelas menjadi lebih adaptif, bermakna, dan sesuai kebutuhan masa kini.

Dinas Pendidikan juga membuka kesempatan luas bagi para akademisi, praktisi, dan pakar pendidikan untuk turut berkontribusi. Siapa pun yang menguasai metode pengajaran terbaru dan mampu mendorong pembelajaran mendalam diundang menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas guru tersebut.

Selain penguatan SDM pengajar, perbaikan juga dilakukan pada sistem asesmen atau penilaian terhadap peserta didik. Penilaian tidak lagi terpaku pada aspek kognitif semata, melainkan juga mencakup aspek psikomotorik serta penghargaan terhadap proses dan perjuangan belajar siswa.

Akses pendidikan pun diperluas agar tidak ada yang tertinggal. Program SMA Terbuka telah berjalan di seluruh kabupaten/kota, dan Pendidikan Jarak Jauh dengan ijazah dikeluarkan SMA Negeri 2 Bandar Lampung dapat diikuti warga dari berbagai daerah, termasuk Liwa dan wilayah lainnya.

Standar prestasi dan daya juang juga mulai ditegakkan. Mulai tahun depan, pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar tidak lagi otomatis diberikan tanpa syarat. Setiap anak, apa pun latar belakang ekonominya, wajib menunjukkan semangat belajar dan kemauan bersaing agar dapat masuk ke sekolah-sekolah unggulan.

Seluruh langkah ini diarahkan pada satu tujuan bersama: meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung secara menyeluruh. Dengan guru yang berkualitas, metode yang relevan, dan peserta didik yang tangguh, diharapkan visi Lampung Maju — berlandaskan peradaban, SDM unggul, dan perdamaian — dapat terwujud secara nyata.(**)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos