Asik, Puncak Mas Kembangkan Rute Heli Jelajah Wisata Lampung

img
Helikopter pengangkut wisatawan di Puncak Mas Provinsi Lampung.

MOMENTUM, Bandarlampung--Terobosan baru diciptakan untuk memaksimalkan pembangunan sektor pariwisata di Provinsi Lampung. Puncak Mas menggagas terobosan jelajah wisata dengan transportasi udara atau helikopter. 

"Terobosan baru ini kita gagas guna memperpendek jarak tempuh dari tempat wisata yang satu ke tempat lainnya," ujar Thomas Riska, Pemilik Puncak Mas kepada Harianmomentum.com, Kamis (8-8-2019).

Menurut dia, kebanyakan wisatawan asing maupun domestik (lokal) cenderung mengalami kesulitan terhadap jarak tempuh destinasi wisata tersebut. 

"Bermodal harapan untuk mengembangkan potensi pariwisata di Lampung, saya mengembangkan fasilitas terbaru ini," kata pengusaha di bidang pariwisata itu.


Thomas menerangkan, potensi pariwisata di Provinsi Lampung memiliki keunggulan yang sangat besar. Bahkan, lanjut dia, Tanjung Setia diyakini sebagai tempat wisata terbaik setelah Hawai.

Untuk itulah, dengan adanya fasilitas helikopter itu maka akan mempermudah wisatawan mengunjungi tempat wisata di seluruh Provinsi Lampung.

Thomas Riska menjelaskan destinasi wisata yang didirikannya kini memiliki sarana helipad yang memfasilitasi wisatawan domestik maupun internasional dalam mempercepat perjalanan liburannya.

"Kalau lewat darat perlu waktu dan perjalanan yang panjang. Tapi, dengan jalur udara yang menggunakan helikopter perjalanannya bisa cepat sampai untuk ke Tegal Mas dan Puncak Mas ataupun tempat wisata lainnya," kata dia.

Masih kata dia, dengan sarana ini juga kunjungan wisatawan akan meningkat lebih tajam.

Menurut Thomas, untuk pengadaan fasilitas tersebut pihaknya bekerja sama dengan perusahaan penerbangan guna menyediakan helikopter untuk melayani pelancong menuju destinasi wisata, khususnya Tegas Mas, Puncak Mas, antar pulau, dan wisata dengan jarak pendek lainnya di Lampung.


"Sementara ini baru satu perusahaan yang bekerja sama untuk satu helikopter. Sejak diluncurkan, animo masyarakat sudah banyak yang bertanya, terkait pemesanan dan lainnya. Tapi, tarif belum kami tentukan, karena masih mengkaji biaya secara keseluruhan. Untuk itu, saat ini masih dalam tahap uji coba selama sebulan," ujarnya.

Soal fasilitas udara tersebut, Thomas mengatakan, selain kepentingan pariwisata pihaknya juga tidak akan menolak untuk kepentingan lainnya seperti saat terjadi bencana ataupun transportasi cepat.

"Kami akan siap memberikan bantuan untuk mengantarkan korban atau pasien yang membutuhkan transportasi udara. Semua untuk kepentingan masyarakat di Provinsi Lampung," katanya.(awn)



Leave a Comment