Wayang Kulit Semalam Suntuk, Pererat Silaturahmi Warga

img
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi. Foto. Lis.

MOMENTUM, Pringsewu--Pertunjukan kesenian tradisional seperti wayang kulit semalam suntuk dapat dijadikan ajang silaturahmi dan kekompakan masyarakat. Baik antarwarga setempat maupun dengan warga dari daerah lain yang sengaja menyaksikan pertunjukkan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat menghadiri pertunjukan wayang kulit di Lapangan Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, Minggu (1-9-2019) malam.

Wayang kulit yang digelar setiap tahun pada peringatan Syuroan atau tahun baru Hijriyah (Muharam 1441 H), kali ini mengusung cerita "Mbangun Amarto" dengan dalang Ki Susmono dari Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. 

Fauzi mengapresiasi kepada masyarakat Sukoharjo IV yang masih kuat mempertahankan budaya gotong-royong mengadakan selamatan syuroan dengan menggelar tontonan wayang kulit semalam suntuk. 

"Semoga pertunjukan wayang kulit ini bukan hanya sebagai tontonan semata, tetapi dapat dijadikan tuntunan yang positif, apa yang disajikan Ki Dalang Susmoni. Ambil positifnya dari lakon yang ditampilkan," ujarnya.

Pada sisi lain, Wabup Fauzi menuturkan, pada ini berada dalam era informasi dan teknologi yang serba modern dan canggih hingga ke pelosok pedesaan. Karena itu, masyarakat diminta menggunakannya secara bijak dan hati-hati dalam mengoperasionalkan berbagai alat komunikasi itu 

"Jangan asal mengeshare foto, gambar maupun tulisan ke semua orang. Mungkin menurut kita bagus, tetapi ternyata ada pihak lain yang merasa dirugikan oleh apa yang telah kita share itu. Yang lebih bahaya lagi nantinya berujung  dan tersandung pada kasus hukum. Maka berhati-hatilah dan bijak menggunakan media sosial," imbau Fauzi.

Terpisah Penjabat (Pj) Kepala Pekon Sukoharjo IV Kasiban mengatakan, agenda ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini lebih ramai dan gebyar, sebab pada pagi sebelumnya, terlebih dulu dilakukan kenduri selamatan dan do'a bersama di lapangan.

Pada kenduri selamatan itu, disajikan 26 masakan ingkung ayam jago, berasal dari kiriman dari setiap RT, para Kaur pekon, BHP dan ormas kepemudaan setempat. (lis).



Leave a Comment