Gaya Baru Milenial Metro, Pakai Masker Itu Keren

img
Pengunjung Taman Merdeka Kota menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19

MOMENTUM, Metro--Kota Metro adalah salah satu daerah otonomi di Provinsi Lampung. Mayoritas penduduk kota dengan total luas wilayah mencapai 68,74 km2 atau 6.874 hektare itu bersuku jawa.

Sebelum, berubah menjadi daerah perkotaan, wilayah Metro merupakan bagian dari  Onder Distrik Gunungsugih yang masuk dalam wilayah adat Marga Nuban. 

Pada awal tahun 1936 Pemerintah kolonial Belanda mendatangkan penduduk dari Pulau  Jawa melalui program kolonisasi. Program  kolonisasi adalah salah satu bentuk penerapan politik etis (politik balas budi) yang dilaksanakan pemerintah kolonial Belanda.

Konon nama Metro berasal dari kata “Meterm” yang dalam Bahasa Belanda berarti pusat. Secara geografis wilayah Kota Metro memang berada di tengah antara Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur.

Dari Kota Bandarlampung, hanya butuh waktu lebih kurang 45 menit mengendarai sepeda motor, untuk sampai di Kota Metro. Saat ini, waktu tempuh ke Kota Metro semakin singkat, jika melalui Jalan Tol tans Sumetera. Hanya butuh waktu, lebih kurang 20 menit, anda sudah bisa menjejakan kaki di kota berslogan Bumi Sai Wawai itu.

Sebagian besar penduduk Kota Metro bermata pencaharian sebagai petani. Kultur dan budaya jawa juga sangat lekat dalam keseharian penduduk setempat. Karena itu, tak heran jika karekter warga Kota Metro cenderunglebih taat aturan, seperti umumnya warga di wilayah perdesaan.

Karkater penduduk yang cenderung patuh terhadap aturan itu, tentu mempermudah Pemerintah Kota Metro dalam menyosialisasikan penerapan disiplin protokol kesehatan pada masa pandemi covid-19 saat ini.

Datanglah ke Metro, dan kunjungi lokasi-lokasi yang biasa menjadi ruang terbuka publik. Niscaya, anda akan sulit menemukan warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal, tidak selalu ada petugas yang berjaga dan mengingatkan warga untuk menerapkan protokol kesehatan di tempat-tempat itu. 

Salah satu ruang terbuka publik yang menjadi favorit warga untuk dikunjungi adalah  Taman Merdeka. Lokasi Taman Merdeka tepat berada di jantung Kota Metro. Pada awal masa pandemi covid-19, taman yang biasanya selalu dipadati warga itu, sempat tanpa pengujung. Maklum saat itu, pemerintah menerapakan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Warga dilarang beraktifitas di luar rumah, untuk mencegah penularan covid-19.

Belakangan, setelah pemerintah mencabut PSBB dan menerapakan aturan adaptasi baru di tengah pandemi covid-19, Taman Merdeka kembali ramai dikunjungi. 

Meski, kembali ramai dikunjungi warga, namun nyaris tak ada lagi pengunjung yang berkerumun di Taman Merdeka.Setiap pengunjung Taman Merdeka, dengan penuh kesadaran selalu menerapkan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat-tempat yang telah disedikan. 

"Saya sering datang ke taman ini sama teman-teman kuliah. Kami nggak khawatir lagi, karena semua pengunjung taman ini memakai masker dan saling menjaga jarak," kata Agus (22) salah satu mahasiswa yang berkunjung di Kota Metro.


Hal senada disampaikan Ani (20) yang juga sedang berkunjung ke Taman Merdeka Kota Metro. Menurut dia, saat awal taman tersebut kembali dibuka pasca pencabutan PSBB, memang masih ada pengunjung yang tidak menggunakan masker, bahkan berkerumun. Namun, seiring berjalanya waktu dan sosialiasi pencegahan covid-19 yang rutin dilakukan jajaran pemkot setempat, kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan semakin meningkat.

"Menurut saya, protokol kesehatan, sekarang ini sudah mulai menjadi budaya di Kota Metro, malahan jadi gaya hidup kaum melenial. Foto selfi pakai masker itu,  kelihatan lebih keren. Apa lagi kalau pakai face shield (perisai wajah terbuat dari bahan mika), wih keren banget," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Adriyanti membenarkan, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sudah semakin meningkat.

"Ya, memang sekarang, kesadaran masyarakat dalam menerapkan prtokol kesehatan sudah semakin membaik. Hampir seluruh masyarakat selalu mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah," kata Erla. 

Meski demikian, lanjut dia, sosialisasi penerapan protokol kesehatan pada masyarakat, terus dilakukan oleh jajaran Pemkot Metro.

"Untuk lebih mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan, kita terus  sosialiasi sesuai Perwali (peraturan walikota) Metro nomor 39 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan. Pemberlakuan Perwaliterbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarkat," terangnya.

Dia berharap, kaum melinial bisa menjadi pelopor peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Mudahan-mudahan, selfi pakai masker yang mulai menjadi tren melinial saat ini, bisa semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan sebagai budaya baru untuk mencegah covid-19 di Kota Metro," harapnya. (**)

Laporan: Adipati Opie

Editor: Munizar



Leave a Comment