MOMENTUM, Bandarlampung--Limbah medis corona virus disease 2019 (covid-19) di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) dalam sebulan mencapai tiga hingga lima ton.
Wakil Direktur RSUAM Bidang Keperawatan, Pelayanan dan Penunjang Medik Mars Dwi Tjahyo mengatakan pada awal pandemi covid hanya 200 kilogram perbulan.
"Sekarang sudah bisa mencapai 3 sampai lima ton perbulan. Bahkan bisa tiga ton perminggu," kata Mars saat diwawancarai di RSUAM, Rabu (3-2-2021).
Sedangkan untuk limbah medis biasa, menurut dia, setiap bulannya bisa mencapai tiga hingga lima ton perbulan. Sehingga, total limbah medis yang dihasilkan di RSUAM mencapai 10 hingga 12 ton.
"Jumlahnya hampir sama antara limbah medis biasa dan covid. Jadi totalnya bisa 10 ribu sampai 12 ribu kilogram," sebutnya.
Dia mengatakan, untuk pengelolaan limbah medis, RSUAM bekerja sama dengan PT Biuteknika Bima Prima selaku transpoter (pengangkut) dan PT Wastek yang memusnahkannya.
"Kita bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pemusnahan limbah medis. Jadi limbah medis nanti dibawa PT Biuteknika Bima Prima ke Serang untuk dimusnahkan," jelasnya.
Dia menjelaskan, untuk pengangkutan limbah medis dilakukan selama dua kali dalam satu pekan. "Jadi kita semaksimal mungkin berusaha agar tidak ada limbah yang tercecer," ujarnya. (**)
Laporan/Editor: Agung DW
Editor: Harian Momentum