Nongkrong! Yuk Singgah di Angkringan Tengah Sukarame

img
Angkringan Tengah (Ateng) Cafe & Resto di Kecamatan Sukarame Kota Bandarlampung.

MOMENTUM, Sukarame--Angkringan tak hanya merujuk dalam tempat tetapi ke suasana. Bahkan, beberapa acara mengadopsi kata angkringan untuk menggambarkan suasana yang akrab saling berbagi dan menjembatani perbedaan.

Angkringan sering dikenal sebagai tempat yang egaliter karena bervariasinya pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Mereka menikmati makanan sambil bebas mengobrol meskipun tak saling kenal.

Harganya yang murah dan tempatnya yang santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk mengusir lapar atau sekadar melepas lelah.

Berdasarkan pandangan itu, Moko, Agus Muhammad Yahya Zaidan, Muhammad Ramadhan beserta beberapa rekan sejawatnya memberanikan diri membuka peluang usaha di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Berbekal dukungan pengusaha angkringan di wilayah Kedaton, mereka mencoba peluang di Jalan Ryacudu (jalur dua) Sukarame, Kota Bandarlampung. 

Angkringan Tengah (Ateng) Cafe & Resto, begitulah tempat makan berbagai kalangan itu dinamai, Sabtu (3-4-2021).

Seperti halnya namanya, di lokasi itu ada gerobak yang menyediakan berbagai makanan meliputi nasi daun jeruk, liwet, gorengan, sate usus (ayam), sate telur puyuh, keripik, dan lain-lain.

Minuman yang dijual pun beraneka macam seperti kopi, wedang jahe, susu, teh, jeruk bahkan minuman bertopping. 


Bahkan, khusus penikmat kopi pun dapat santai karena adanya barista yang siap sedia menyajikan beraneka ragam sajian minuman khas tersebut. Robusta hingga arabika tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.

"Ya, hari ini kita resmi mulai buka untuk umum," ujar Agus Muhammad Yahya Zaidan, salah seorang pengelola Ateng Cafe & Resto.

Zaidan mengatakan pelaku usaha harus lebih kreatif, sehingga roda ekonomi dapat terus berjalan meski di masa pandemi.

"Keadaan pandemi ini ternyata membuat kita bisa lebih kreatif dan menciptakan lapangan pekerjaan serta membantu pelaku usaha lainnya, seperti penjual daging, penjual sayuran, dan semua yang berkaitan dapat bergerak kembali," ujarnya.

Pengelola lainnya, Muhammad Ramadhan mengatakan angkringan merupakan konsep berjualan makanan dan minuman yang tempatnya asyik untuk mengobrol. 

"Biasanya lokasi angkringan berada di pinggir jalan atau di halaman ruko, sehingga banyak dipilih karena harganya murah meriah dan dapat disentuh semua kalangan," kata dia pula. 

Untuk itulah, kata dia, memutuskan tempat yang cukup strategis di dalam kota menuju ke arah Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan jalan tol Kampus Itera.

"Pokoknya tempatnya asik untuk mengobrol sambil menikmati menu di Ateng," ujarnya lagi.

Jadi, mahasiswa maupun masyarakat umum dapat dengan nyaman singgah untuk mengusir lapar atau sekadar melepas lelah di Ateng Cafe & Resto yang ada di Jalan Ryacudu (jalur dua) Sukarame, Kota Bandarlampung ini.(**)

Editor: Agus Setyawan






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos