Lestarikan Peninggalan Sejarah Keratuan Semaka, Unila Proyeksi Sanggiunggak Jadi Pekon Budaya dan Pariwisata

img
Koleksi Museum Keratuan Semaka di Pekon Sanggiunggak, Kecamatan Bandarnegeri Semoung, Kabupaten Tanggamus

MOMENTUM, Bandarnegeri Semong--Universitas Lampung (Unila) menjalin kerjasama dengan Pekon (DesaO) Sanggiunggak, Kecamatan Bandarnegeri Semong, Kabupaten Tanggamus, dalam program Pekon Budaya dan Pariwisata. 

Dosen Sejarah Unila Risma M Sinaga mengatakan, bentuk realisasi kerjama program Pekon Budaya dan Pariwisata itu, antara lain: melakukan dokumentasi dan penulisan untuk arsip sejarah, digitalisasi Museum Keratuan Semaka di Pekon Sanggiunggak.

"Program ini bertujuan mengembangkan potensi wisata berbasis budaya dan penerapan teknoligi informasi," kata Risma, Selasa (29-6-2021).

Saat ini, lanjut dia, proses pelaksanaan program kerjasama tersebut masih dalam tahap awal, berupa: menata, mendeskripsikan serta mendokumentasikan benda-benda sejarah di Museum Keratuan Semaka.

Menurut dia, Museum Keratuan Semaka merupakan satu-satunya museum di Kabupaten Tanggamus yang belum banyak diketahui masyarakat. Padahal, museum tersebun menyimpan potensi wisata budaya dan sejarah yang sangat besar.

"Selain museum, di Pekon Sanggiunggak juga terdapat beberapa obyek wisata alam, seperti cagar budaya Lembah Semong hingga wisat sumber air panas  di Dusun Waytuba," ungkapnya.

Dia mengapreisasi peran dan kepedulian Abu Sahlan yang selama ini telah berusaha keras merawat dan menjaga peninggalan sejarah museum Keratuan Semaka. 

"Kami juga baru tahu di tempat ini menyimpan peninggalan keramik ada yang dari thailand. Ini menandakan pada zaman dulu, Keratuan Semaka sudah menjalin hubungan mancanegara," terang Risma.

Hal senada disampaikan Dosen Pendidikan Tekhnologi Informasi Unila Rangga Firdaus. Menurut dia,  koleksi benda-benda bersejarah di Museum Keratuan Semaka perlu digitalisasi, sehingga bisa lebih mudah diketahui masyarakat luas, bahkan mancanegara.

Itu sudah dilakukan saat awalan ini dengan membuat tata kelola yang baik, bagaimana menata museum yang baik dengan data-data yang lengkap. Termasuk informasi sejarah yang disampaikan.

"Kami di bidang informatika akan memodifikasi menggunakan peralatan yang ada untuk bisa menghadirkan barang museum dalam bentuk digital sehingga bisa dijangkau masyarakat luas," kata Rangga.

Kepala Pekon Sanggiunggak Abu Sahlan menyampaikan terima kasih Unila, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Sejarah dan Teknologi Pendidikan yang telah bersedia melakukan penataan Museum Keratuan Semaka.

"Bersyukur kegiatan ini bisa terlaksana dan ini dijalankan dari anggaran Dana Desa. Masukan dari para dosen Unila agar menjadikan Pekon Sanggiunggak sebagai Pekon Budaya dan Pariwisata," kata Sahlan.

Dia berharap, kelak Museum Keratuan Semaka semakin dikenal oleh masyarakat luas.   

"Harapannya jika sudah sudah ditata dan dokumentasikan nanti bisa dipromosikan melalui dunia maya, sehingga dunia bisa tahu, di Pekon Sanggiunggak ini ada peninggalan sejarah peradaban yang tinggi," harapnya. (**)

Laporan: galih

Editor: munizar


Editor: Harian Momentum


Leave a Comment