Akademi Lampung Safari Budaya ke Lima Kabupaten

img

MOMENTUM, Bandarlampung--Akademi Lampung (AL) akan menggelar Safari Budaya di lima kabupaten. Lampung Selatan, Waykanan, Pringsewu, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

Ketua Akademi Lampung  Anshori Djausal, didampingi Sekretaris AL Iwan Nurdaya Djafar, mengatakan, Safari Budaya merupakan kegiatan pertama Akademi Lampung sejak dibentuk pada 2020.

Kegiatan ini bertujuan menyosialisasikan lembaga Akademi Lampung. Evaluasi atas pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah dan menyerap aspirasi dari para seniman di kabupaten, terang Anshori.

Ditambahkannya, sosialisasi lembaga diperlukan, agar ada kesamaan persepsi. Pasalnya, mulai dari nama lembaga saja sudah perlu penjelasan.  Kata “akademi” di situ berarti kelompok orang yang memajukan kesenian, bukan lembaga pendidikan tinggi tiga tahunan.” Itu arti kedua dari kata “akademi” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,” katanya.

Iwan Nurdaya menambahkan, safari budaya akan berlangsung  mulai 22 Juli di Lampung Selatan, 2-3 Agustus di Lampung Barat, dan 4-5 Agustus di Pesisir Barat. Sedangkan untuk Pringsewu dan Waykanan masih ditunda karena pandemi Covid 19.

Kegiatan pertama di Lampung Selatan akan menghadirkan narasumber Ketua AL Anshori Djausal dan Ketum DKL  Satria Bangsawan.

Lebih jauh Iwan Nurdaya menjelaskan, dengan adanya UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, maka dewan kesenian di Lampung perlu mereposisi tugas dan fungsi lembaganya agar sejalan dengan undang-undang. 

Pemerintah daerah juga seharusnya mendukung kegiatan dewan kesenian, sesuai dengan amanat Pasal 44 Huruf g UU Pemajuan Kebudayaan yang menyebutkan: “Pemerintah Daerah bertugas menyediakan sumber dana untuk pemajuan kebudayaan.”

Pada waktunya nanti, lanjut Iwan Nurdaya, hasil dari Safari Budaya akan diserahkan kepada Gubernur Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung, dan para bupati/walikota.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL) Satria Bangsawan berharap Safari Budaya ini bisa menjadi pintu masuk aspirasi seniman budayawan yang ada di seluruh kabupaten/kota di seluruh provinsi Lampung.

“Dengan metode dialog, seluruh aspirasi seniman akan dirumuskan menjadi sebuah rekomendasi, yang akan kami sampaikan kepada Gubernur. Sesuai dengan peran Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan di di bidang seni budaya di provinsi Lampung.

“Semoga Safari Kebudayaan ini berjalan dengan lancar dan sukses, sehingga tidak mustahil nantinya dapat dijadikan rule model pada penyusunan kebijakan dalam upaya melestarikan dan mengembangkan seni budaya  yang  tumbuh di Propinsi Lampung , sehingga akan memberikan multiflier efect terhadap pembangunan  provinsi Lampung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” katanya. (*)

Editor: Nurjanah/Rls.


Editor: Harian Momentum


Leave a Comment