Nahas, Bocah Tujuh Tahun Jadi Korban Kekerasan Calon Ibu Tiri

img
ilustrasi.

MOMENTUM, Bandarlampung--Seorang bocah perempuan berinisial JS (7) diduga menjadi korban penganiayaan oleh calon ibu tirinya di Perumahan Bilabong Jaya, Susunan Baru, Langkapura, Kota Bandarlampung.

JS (7) merupakan putri kedua dari Usman warga Natar, Lampung Selatan. Sedangkan, kekasih sang ayah atau calon ibu tiri berinisial NV (40) warga perumahan Bilabong.

Usman mengatakan, selama bekerja di pertambangan daerah Jambi, JS ikut tinggal bersama NV di Perumahan Bilabong. Usman tak menaruh curiga ataupun khawatir saat meninggalkan JS untuk diurus teman perempuannya.

Tak disangka, JS mengalami luka di hampir seluruh bagian tubuhnya akibat perlakuan dari NV. 

"Di kepala mengalami bengkak, di badan memar-memar, paha kanan kiri, wajah bawah deket hidung memar, ditangan luka cakar, dan kaki bekas pukulan kayu," ujar Usman, Selasa (2-11-2021).

Usman mengaku belum mengetahui alasan NV menyiksa anak bungsunya tersebut. Namun, ketika dalam perjalanan pulang menuju Lampung, NV tiba-tiba meminta putus.

"Belum tau alasannya. Selama ini saya nggak tau, anak diurus dia, saya posisi kerja. Dia telepon saya terakhir itu bilang udah nggak sanggup ngurus anak saya karena saya ga ada kabar," jelasnya.

Usman sempat menjelaskan kepada NV jika bukannya tidak ingin memberi kabar. Namun, kondisi tempat kerja sangat tidak memungkinkan.

"Gak ada kabar karena ga ada sinyal. Posisi saya kerja di tengah hutan di Jambi," ungkap Usman.

Usman mengaku selama 10 hari tidak bisa mengabari NV ataupun kerabatnya karena masalah jaringan tersebut. Ia baru bisa menghubungi saat perjalanan pulang menuju Lampung.

"Di tengah jalan (menelpon NV) dia bilang nggak sanggup lagi ngurus anak saya. Rencana saya tadinya pulang mau nikah sama dia, jadi dia bubarin saya, mutusin saya," tutur Usman.

Hubungannya dengan NV berakhir ketika Usman diperjalanan, Usman belum mengetahui apa yang terjadi terhadap anaknya.

"Terjadinya (Senin) pagi kemarin, saya lihat anak saya tubuhnya memar. Dia ga mau ngomong, trauma, sekarang dia kayak takut sama orang," ungkapnya.

Usman melanjutkan, pada akhirnya JS mau menceritakan kepada sang Ayah apa yang diperbuat oleh NV yang dipacari ayahnya sejak 2 tahun lalu.

"Dia akhirnya cerita. Menurut Jesika, dia sering dipukul, ditenggelamkan di drum (tong berisi air) ditenggelamkan dikamar mandi. Saya tanyain 'ya Allah dek badan kamu kenapa memar-memar gini'. Saya liat kepalanya juga benjol. Katanya habis dipukul. Kaki bekas pukulan kayu juga ada, dia juga bilang dipukul sama kayu," bebernya.

Atas kejadian tersebut, Usman akhirnya melaporkan perbuatan NV ke Polresta Bandarlampung dan telah melakukan visum di RSUD Abdul Moeloek.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Devi Sujana mengaku belum mengetahui terkait laporan tersebut. 

"Nanti ya, dicek dulu di Unit PPA ya," ujar Devi saat dihubungi harianmomentum.com, Selasa (2-11-2021) sore.(**)

Laporan: Ira Widya

Editor: Agus Setyawan






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos