Dawam Minta OPD Lebih Optimal Tangani Stunting

img
Bupati Lamtim Muhamammad Dawam Rahardjo mengukuhkan Duta Pencegahan Stunting

MOMENTUM, Sukadana--Stunting atau gangguan pertumbuhan tubuh pada anak (kerdil) akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Kabupaten Lampung Timur. Karena itu, diperlukan peran aktif semua pihak, khsusnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk lebih mengoptimalkan dan mengefektifkan pencegahan dan penanganan stunting.

Demikian disampaikan Bupati Lamtim Muhamammad Dawam Rahardjo pada acara pertemuan lintas sektoral dan lokus stunting, Kamis (3-2-2022). Kegiatan yang berlangsung aula Islamic Center kabupaten setempat itu sebagai sarana desminasi dan publikasi data stunting tingkat Kabupaten Lamtim.

"Tahun ini kasus stunting harus terus menurun, bahkan kalau bisa tidak ada. Untuk itu semua pihak, harus lebih optimal dan efektif melakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting," katanya.

Dia meminta, seluruh lintas sektor terkait harus mempunyai tanggung jawab yang sama dalam hal penanganan stunting di kabupaten setempat.

"Ada 25 desa di sebelas kecamatan yang menjadi lokus penanganan stunting tahun 2022. Ini menjadi tugas bagi OPD terkait untuk bekerja keras dan kerja cerdas dalam penanganan stunting," tegasnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Lamtim  Yusbariah sebagai Duta Pencegahan Stunting. Selanjutkan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama komitmen pencegahan stunting antara Pemkan dan PKK Kabupaten Lamtim.

Kepala Dinas Kesehatan Lamtim Dokter Nanang Salman Saleh mengatakan,  berdasarkan grafik secara umum prevalensi stunting di kabupaten setempat pada tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dari 24 kecamatan di Kabupaten Lampung Timur. Kecamatan Metrokibang menduduki peringkat tiga tertinggi kasus stunting selama dua tahun berturut- turut dengan prevalensi stunting tahun 2020 mencapai 13,3% dan 13,8% pada tahun 2021," ungkapnya.

Sedangkan Kecamatan Bumiagung menjadi kecamatan dengan kasus stunting tertinggi pada tahun 2020. Tercatat 17 persen dari jumlah balita yang dilakukan pengukuran tinggi tubuh, masuk kategori stunting. Namun, pada tahun 2021 prevalensi stunting di Kecamatan Bumi Agung turun dengan signifikan menjadi 0,41%. 

"Kecamatan dengan prevalensi stunting terendah pada tahun 2021 adalah Kecamatan Melinting  dan Kecamatan Bandar Sribawono dengan balita stunting sebesar 0,2%. Secara umum terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan pada kasus balita stunting hampir di seluruh puskesmas," jelasnya. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos