Tuhu Bangun: Pondasi Operasional PTPN I Regional 7 Kuat!

img

MOMENTUM, Bandarlampung -- Dalam tiga tahun terakhir, kinerja operasional PTPN I Regional 7 dinilai cukup kuat. Hal itu terlihat dari indikator normatif perhitungan laba rugi yang naik signifikan. Pada kinerja 2022, Unit Kerja PTPN I eks. PTPN VII itu masih minus, tetapi tahun 2023 berhasil meraih laba cukup besar dan berkelanjutan hingga saat ini.

Pernyataan itu disampaikan Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun saat memberi sambutan pada acara pisah-sambut Operation Head PTPN I Regional 7 di Bandar Lampung, Kamis malam (5/2/26). Operation Head Wiyoso yang memasuki masa purnatugas digantikan Iyan Heryanto yang sebelumnya menjabat Operation Head PTPN I Regional 2 di Bandung.

Tuhu Bangun mengapresiasi kinerja seluruh jajaran PTPN I Regional 7 yang dalam waktu cukup cepat bisa bangkit progresif. Ia menyatakan, progresivitas yang dicapai tidak terlepas dari peran pemimpin di lapangan yang bekerja keras dengan cerdas dan paham lapangan. Sebab, kata dia, di bawah komando lini lapangan yang kuat dan berdedikasi, kinerja tim akan menjadi kuat dan progresif.

“Atas nama Regional Management dan seluruh karyawan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Wiyoso. Kita tahu, Pak Wiyoso ini kader PTPN tulen, bahkan sejak masuk PTPN pertama kali sudah di sini (dulu PTPN VII). Jadi beliau tahu persis karakter, dinamika, dan cara me-manage seluruh sumber daya yang ada sehingga berhasil dan move on cukup cepat,” kata Tuhu Bangun.

Tuhu Bangun tidak menampik indikator keuangan sebagai parameter normatif tertolong oleh harga komoditas karet sebagai bisnis utama PTPN I Regional 7 yang mengalami tren naik. Namun demikian, kenaikan harga tidak akan menolong jika kinerja operasional di lapangan tidak mampu mengejar produksi. Hal ini, kata Tuhu, kinerja operasional produksi di lapangan berjalan linier dengan percepatan sehingga keuntungan perusahaan dapat dicapai.

“Memang dalam empat tahun terakhir kita tertolong oleh harga karet yang naik signifikan. Itu faktor yang berada di luar kendali kita. Dan alhamdulillahnya, kita juga berhasil menggenjot operasional produksi yang cukup membanggakan. Ini ada peran Pak Yos (sapaan akrab Wiyoso), orang lapangan yang selalu membersamai para pejuang produksi,” tambah Tuhu Bangun.

Kepada Iyan Heryanto sebagai pengganti Wiyoso, Tuhu Bangun menyatakan optimistis tren kinerja terbaik ini bisa berlanjut. Tuhu Bangun mengaku mengenal sosok Iyan Heryanto cukup lama sejak sama-sama bertugas di PTPN XIII.

“Selamat datang Pak Iyan Heryanto di Lampung, di PTPN I Regional 7. Saya kenal dan tahu kinerja Pak Iyan ini saat saya mendapat amanah memimpin di PTPN XIII saat itu, dan beliau salah satu staf terbaik. Kita akan kerja sama dengan tim yang sudah terbangun dengan akselerasi yang lebih tinggi. Saya yakin, kita bisa,” kata dia.

Acara pisah sambut diwarnai suasana haru. Semua yang hadir di GSG Komplek PTPN I Regional 7 menyalami dan menyampaikan salam perpisahan secara fisik, tetapi tidak secara batin. Seluruh pejabat utama hadir, antara lain Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadhan, Business Support Head PTPN I Regional 7 Iskandar Dewantara, Ketua Umum IKBI PTPN I Regional 7 Nana Tuhu Bangun, pada Manajer Kebun, para Kepala Bagian, para Dikretur Anak Perusahaan, pengurus SPPN VII, para Pengurus P3RI, dan para pejabat lain.

Wiyoso tampil bersama Linda, istrinya, saat menyampaikan sambutan di podium. Secara teknis agronomis, dia meninggalkan “wasiat” kepada seluruh karyawan dan pelanjutnya. Bahwa, bisnis perkebunan adalah bisnis yang bergantung kepada kebaikan alam. Kedua, bahwa ancaman keberlanjutan bagi komoditas karet adalah pemakaian kulit yang harus sangata dijaga.

“Saya berpesan kepada teman-teman di lapangan, bahwa bisnis agro itu bergantung kepada alam. Maka, sayangi tanaman dengan sepenuh hati. Niscaya kita akan disayangi oleh alam. Kedua, kita harus sangat efisien dalam pemanfaatan kulit sadap, sebab itu adalah masa depan kita. Peta proyeksi replanting kita belum jelas, jadi rawat dengan sungguh-sungguh yang ada dan dalam kendali kita. Ini penting untuk sustainabilitas perusahaan kita,” kata dia.

Selain dua masalah teknis itu, sambutan Wiyoso lebih kepada cerita haru biru yang juga disertai joke-joke segar yang dikonstruksi dari pengalaman selama 27 tahun menjadi karyawan PTPN I Regional 7.

Sementara itu, dalam perkenalannya, Iyan Heryanto mengaku merasa terhormat mendapat tugas sebagai operation head di PTPN I Regional 7. Ia mengatakan, selama ini PTPN I Regional 7 adalah penopang utama keuangan PTPN I sebagai induk perusahaan. Pendapatan terbesar dari Supporting Co, kata dia, berasal dari Regional 7.

“Saya merasa terhormat ketika pada tiga hari lalu mendapat SK untuk bertugas di Regional 7. Ini tugas yang harus saya pertanggung jawabkan karena kita tahun Regional 7 ini kapal induknya PTPN I. Saya terima kasih kepada Pak Wiyoso yang telah membangun pondasi yang kuat di sini. Saya berkomitmen untuk melanjutkan dan menguatkan tapak ini lebih baik lagi,” kata dia.

Acara yang berlangsung hangat itu diawali dengan pemberian cindermata dari para karyawan per bagian kepada Wiyoso. Kepada Iyan Heryanto, manajemen juga menyampaikan selamat datang dengan pengalungan selendang tapis Lampung dari Region Head dan Ketua Umum IKBI sebagai simbolisasi rasa optimistis. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos