MOMENTUM, Bandarlampung -- Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun mengajak seluruh insan PTPN I untuk hijrah produktif. Ia menggunakan istilah hijrah produktif untuk menegaskan bahwa bekerja dengan seluruh kemampuan dengan ikhlas adalah juga ibadah. Dengan niat yang bersih, pikiran yang jernih, dan hati yang ikhlas, kata dia, akan menjadikan setiap gerak bernilai di hadapan Tuhan dan sesama manusia.
Pernyataan itu disampaikan Tuhu Bangun pada sambutan acara Pengajian Menyambut Bulan Ramadan dan Bakti Sosial IKBI di GSG PTPN I Regional 7 di Bandar Lampung, Jumat (6/2/26). Ia menegaskan, Bulan Ramadan adalah momentum sangat baik untuk meninjau kembali setiap langkah hidup, untuk dievaluasi dan diperbaiki.
“Kami bersyukur PTPN I Regional 7 masih diberi begitu banyak kebaikan dari Allah SWT., salah satunya dengan kinerja yang cukup baik. Itu semua karena kerja keras kita semua yang diridhoi Allah SWT. Namun demikian, setiap kita memiliki kealpaan dan kekurangan. Oleh karena itu, di momen jelang Ramadan ini, ayo perbaiki diri, perbaiki kontribusi kita kepada perusahaan dengan hijrah produktif,” kata Tuhu Bangun.
Acara pengajian songsong Ramadan 1447 Hijriah PTPN I Regional 7 yang dihadiri seratusan karyawan juga dihadiri 100 anak yatim dari beberapa panti asuhan dan tetangga kantor. Mereka mengikuti seluruh acara yang diisi ceramah agama oleh Dr. KH. Buchori Muslim. Di akhir acara, mereka juga diberi uang tali asih dari perusahaan.
Selain anak-anak yatim, pengajian yang diinisiasi dan dilaksanakan oleh IKBI Kantor Regional juga hadir para karyawan seperti tenaga keamanan, tenaga kebersihan, para operator lini lapangan, dan para lansia purnakaryawan. Kepada mereka, IKBI memberikan bingkisan berupa kebutuhan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, susu, dan beberapa lainnya.
Para pejabat utama perusahaan juga hadir pada acara ini. Antara lain, Business Support Head Iskandar Dewantara, Operation Head Iyan Heryanto, Ketua Umum IKBI Nana Tuhu Bangun, para Kabag., dan pejabat lainnya. Hadir juga Region Head PTPN IV Regional 7 Denny Ramadan yang didampingi beberapa pejabat lain.
Pada ceramahnya, Ustaz Buchori Muslim mengurai pentingnya mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Ramadan. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mujtama Al-Islami Lampung ini mengatakan, Bulan Ramadan diciptakan Allah untuk didedikasikan kepada umat sebagai ladang menebus dosa-dosa masa lalu.
“Ada tiga bulan berturut yang memiliki peruntukan khusus. Bulan Rajab disebut syahrullah, yakni bulan milik Allah SWT., yakni waktunya umat Islam meningkatkan takwa. Berikutnya Bulan Syakban atau orang Jawa menyebut Bulan Ruwah. Rasululloh menyebut syakban ini bulanku, bulannya Rasul. Alloh bersalawat kepada Rasul, demikian juga malaikat. Makanya, kita sebagai muslim dianjurkan banyak bersalawat kepada Rasululloh,” terang Buchori Muslim.
Tentang Ramadan, Buchori Muslim menyebut bulan puasa itu sebagai bulannya umat. Pada bulan itu, kata dia, seluruh umat Islam mendapat keistimewaan untuk memperbaiki diri dan menebus dosa-dosanya. Setiap kebaikan, baik ritual ibadah wajib dan sunah maupun ibadah sosial, nilai pahalanya akan dilipat gandakan tujuh kali bahkan 100 kali.
“Bahkan, dari 30 hari dalam bulan Ramadan itu, ada satu hari atau malam yang super istimewa, yakni malam lailatul qodar. Pelipatan pahala pada malam itu bukan seratus atau seribu, tetapi seribu bulan. Bayangkan, ibadah satu malam nilainya setara dengan 84 tahun. Itulah makanya kita harus bersiap menghadapi,” kata dia.
Mengisi persiapan bulan puasa, IKBI PTPN I Regional 7 begitu peka dengan keadaan. Secara sukarela, para istri karyawan itu menghimpun donasi untuk dibelikan sembako dan dibagi kepada para karyawan yang kurang mampu.
Tentang aksi sosial ini, Ketua Umum IKBI PTPN I Regional 7 Nana Tuhu Bangun mengatakan, tradisi berbagi itu sudah menjadi rutinitas organisasi. Ia mengatakan, momen menjelang Bulan Puasa merupakan waktu yang tepat untuk membantu sesama karyawan dan warga setempat.
“Kalau menjelang puasa seperti saat ini sudah menjadi agenda resmi organisasi. Tetapi yang insidental, tidak harus ada momen tertentu, itu sering kami lakukan. Kami galang dana, termasuk dari perusahaan, kemudian kami wujudkan dalam agenda IKBI. Kami berharap sumbangsih kami yang tidak seberapa ini bermanfaat dan menyambungkan silaturahmi kami,” kata Nana Tuhu Bangun. (*)
Editor: Muhammad Furqon
