MOMENTUM, Bandarlampung -- Pemerintah segera membangun jembatan permanen di Desa Kalipasir, Kecamatan Waybungur, Lampung Timur. Namun, untuk sementara segera dibangun jembatan gantung.
Jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat yang menghubungkan Desa Kalipasir dan Tanjungtirto yang dipisahkan dengan Sungai Batanghari.
Anggota DPRD Provinsi Lampung dari daerah pemilihan Lampung Timur, Yusnadi, menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta tim dari Kodam XXI Radin Inten, Senin (9/2/2026).
Menurut Yusnadi, rapat tersebut membahas langkah cepat dan rencana jangka panjang penanganan jembatan di Kalipasir yang dinilai vital bagi aktivitas warga dan perekonomian setempat.
Ia menjelaskan, ada dua langkah strategis yang telah disepakati. Pertama, pembangunan jembatan gantung sementara dalam waktu dekat sebagai solusi darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan, khususnya bagi pejalan kaki dan kendaraan ringan.
Kedua, pembangunan jembatan permanen akan dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan konstruksi yang lebih kokoh dan berjangka panjang.
“Jembatan di Kalipasir ini sangat vital bagi masyarakat. Karena itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama tanpa akses. Jembatan gantung sementara menjadi solusi cepat, sementara jembatan permanen sudah masuk perencanaan dan akan dilaksanakan Kementerian PU,” kata Yusnadi.
Ia menegaskan seluruh pihak terkait berkomitmen mempercepat proses pembangunan, baik dari sisi teknis, administrasi, maupun pengamanan di lapangan. Keterlibatan unsur TNI disebut sebagai bentuk keseriusan dalam menjamin kelancaran proyek infrastruktur tersebut.
Yusnadi meminta masyarakat bersabar dan mendukung proses yang berjalan. Ia memastikan akan terus mengawal realisasi pembangunan hingga jembatan permanen dapat digunakan.
“Ini bukan sekadar jembatan, tapi urat nadi kehidupan masyarakat. Aspirasi warga akan terus kami kawal sampai jembatan permanen benar-benar berdiri,” ujarnya. (**)
Editor: Muhammad Furqon
