17 Cabor Siap Berkolaborasi Kembangkan Sport Ecotourism Taman Kehati

img
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menanam pohon di Taman Kehati Kotabaru. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung -- KONI Provinsi Lampung menanam pohon di Taman Kehati Kotabaru, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan kawasan sport ecotourism berbasis pelestarian lingkungan.

Penanaman dilakukan bersama pengurus cabang olahraga se-Lampung. Aksi ini juga menjadi penanda dimulainya kolaborasi pemanfaatan kawasan untuk olahraga luar ruang dan olahraga air.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung, Taufik Hidayat mengatakan Taman Kehati Kotabaru memiliki potensi besar sebagai pusat olahraga berbasis lingkungan. Kawasan tersebut memiliki lahan darat luas dan embung yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas olahraga.

“Ada 17 cabang olahraga yang siap berkolaborasi. Dalam waktu dekat yang paling siap memulai kegiatan di sini adalah berkuda dan paramotor,” kata Taufik.

KONI Lampung juga akan menyiapkan desain sarana olahraga sesuai standar teknis masing-masing cabang. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi lahan yang tersedia.

Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung, Chrisna Putra menanam pohon di Taman Kehati Kotabaru. Foto: Ist. 

Menurut Taufik, beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain lapangan berkuda memanah, berkuda ketangkasan, polo, hoki, hingga kriket. Koordinasi saat ini masih difokuskan di internal cabang olahraga, namun pihaknya membuka peluang kerja sama dengan instansi lain.

Perwakilan Yayasan Taman Kehati, Herawati Soekardi Djausal, menyambut baik keterlibatan insan olahraga di kawasan konservasi tersebut. Ia menilai kolaborasi ini akan mempercepat pemanfaatan kawasan secara ekonomi dan sosial tanpa mengabaikan aspek pelestarian.

“Konservasi mencakup pelestarian, pengelolaan berkelanjutan, dan pemanfaatan. Masuknya KONI dan KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) menjadi bagian dari pemanfaatan untuk ekowisata dan eko-sport,” ujarnya.

Ia menegaskan aktivitas olahraga tidak akan mengganggu kelestarian tanaman. Justru kehadiran komunitas olahraga akan membuat kawasan lebih hidup dan dikenal masyarakat.

Menurut Herawati, pengembangan kawasan juga berpotensi melahirkan pusat bibit, pasar buah segar, hingga floating market. Model kolaborasi konservasi dan olahraga ini dinilai bisa menjadi yang pertama di Indonesia. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos