MOMENTUM, Bandarlampung -- Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) memperpanjang masa jabatan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi Lampung, Yanuar Irawan, hingga Desember 2026.
Perpanjangan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 05/SK-PROV/PB-Percasi/VII/2026 yang ditandatangani Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, pada 4 Februari 2026 di Jakarta.
Informasi itu diumumkan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Percasi Lampung yang digelar di Rumah Makan Kayu, Bandarlampung, Sabtu (21/2/2026).
Sekretaris Umum Percasi Lampung, Edwin Subiantoro, mengatakan perpanjangan masa jabatan diberikan untuk menjamin tertib administrasi dan kepastian hukum organisasi, mengingat masa bakti sebelumnya telah berakhir pada Januari 2026.
Menurutnya, dalam pertimbangannya, PB Percasi menyebut Pengprov Percasi Lampung masih fokus menyelesaikan program kerja serta persiapan menuju Musyawarah Provinsi (Musprov).
“Perpanjangan ini diberikan untuk menjamin tertib administrasi dan kepastian hukum organisasi, sekaligus memberikan waktu bagi pengurus menyelesaikan agenda yang masih berjalan,” kata Edwin.
PB Percasi juga menegaskan perpanjangan tersebut merupakan kesempatan terakhir bagi kepengurusan saat ini untuk menuntaskan amanah Musprov 2022. Masa jabatan yang diperpanjang akan berakhir pada Desember 2026 dan tidak dapat diperpanjang kembali.
Dengan diterbitkannya SK tersebut, maka SK sebelumnya, yakni Nomor 06/SK-PROV/PB-Percasi/X/2024, dinyatakan tidak berlaku lagi. Pengprov Percasi Lampung diminta segera menuntaskan sisa program kerja yang ada.
Ketua Pengprov Percasi Lampung, Yanuar Irawan, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PB Percasi. Ia mengajak seluruh pengurus dan Percasi kabupaten/kota menjaga soliditas organisasi.
“Saya mengajak seluruh pengurus Percasi kabupaten/kota menjaga soliditas dan kekompakan demi kelancaran program dan kegiatan organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan Percasi merupakan cabang olahraga prestasi yang membutuhkan kesinambungan program pembinaan.
“Saya tidak berupaya mempertahankan jabatan, tetapi kita harus memastikan program pembinaan berjalan berkelanjutan. Siapa pun bisa menjadi ketua, asalkan memiliki komitmen memajukan catur Lampung,” katanya.
Yanuar menambahkan, prestasi catur Lampung mulai menunjukkan peningkatan. Setelah terakhir meraih medali pada PON 1984, Lampung kembali meraih medali perunggu pada PON Aceh–Sumatera Utara.
“Ini harus kita tingkatkan atau minimal dipertahankan,” ujarnya. (**)
Editor: Muhammad Furqon
