MOMENTUM, Bandarlampung -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung mulai mematangkan kesiapan venue jelang verifikasi calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, menyusul ditetapkannya Lampung-Banten sebagai kandidat tunggal.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran KONI Lampung bersama Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, terkait pemanfaatan fasilitas kampus sebagai lokasi pertandingan.
Ketua KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan sejumlah venue olahraga menjadi fokus utama karena akan diverifikasi oleh tim dari KONI Pusat pada pertengahan April 2026.
“Verifikasi nanti akan melihat langsung kesiapan venue, baik dari sisi kelayakan fasilitas maupun standar pertandingan. Ini yang sedang kita siapkan bersama,” ujarnya.
Menurut Taufik, Universitas Lampung menyatakan kesiapan untuk mendukung penggunaan fasilitas yang dimiliki sebagai venue cabang olahraga tertentu.
“Pihak Unila sangat terbuka. Fasilitas yang memenuhi syarat akan kita petakan dan koordinasikan lebih lanjut untuk dijadikan venue,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan sarana kampus dinilai strategis untuk melengkapi kebutuhan venue, sekaligus menekan biaya pembangunan infrastruktur baru.
Selain membahas venue, pertemuan tersebut juga menyinggung penguatan pembinaan atlet melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kampus dinilai dapat berperan sebagai pusat pembinaan sekaligus penyedia fasilitas latihan.
“Kampus tidak hanya soal venue, tapi juga bagian dari ekosistem pembinaan atlet. Ini penting untuk keberlanjutan prestasi olahraga,” tambahnya.
KONI Lampung optimistis kesiapan venue dan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, akan memperkuat posisi Lampung dalam proses verifikasi hingga penetapan resmi tuan rumah PON 2032.(**)
Editor: Muhammad Furqon
