MOMENTUM, Gunungsugih--Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah, Nur Rohman, menyatakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di daerah tersebut secara umum berjalan sukses, transparan, dan akuntabel. Meski demikian, sejumlah kendala teknis tetap menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya.
"Secara keseluruhan, evaluasi pelaksanaan SPMB 2026 di Kabupaten Lampung Tengah berjalan dengan sukses, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses seleksi mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh calon peserta didik," kata Nur Rohman, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, transparansi pelaksanaan SPMB terlihat dari pengumuman kuota daya tampung yang disampaikan secara terbuka melalui laman resmi dan papan pengumuman sekolah sebelum pendaftaran dimulai. Selain itu, masyarakat dapat memantau hasil seleksi secara real time.
Ia mengatakan proses seleksi juga diawasi sejumlah lembaga eksternal, seperti Inspektorat Daerah, Ombudsman, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memastikan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Disdikbud Lampung Tengah juga membuka posko pelayanan dan pengaduan secara langsung maupun digital untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.
Nur Rohman menyebut jumlah pengaduan selama pelaksanaan SPMB relatif rendah dan masih dalam batas normal. Kuota jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas juga terserap sesuai sasaran.
Adapun laporan yang diterima sebagian besar berkaitan dengan kendala login sistem, verifikasi dokumen, penentuan titik koordinat tempat tinggal, serta perbaikan data Kartu Keluarga.
"Petugas posko memberikan pendampingan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai sistem perangkingan yang terbuka. Apabila diperlukan, kami juga memberikan alternatif penyaluran ke sekolah terdekat yang masih memiliki daya tampung," ujarnya.
Ia menambahkan, hasil evaluasi menunjukkan kendala teknis yang paling banyak ditemukan berasal dari sinkronisasi data kependudukan dan penentuan titik koordinat geografis calon peserta didik.
Usai pelaksanaan SPMB, Disdikbud Lampung Tengah akan memfokuskan program pada transformasi tata kelola pendidikan berbasis data, pemerataan akses pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan.
"Target besar kami adalah mewujudkan pendidikan yang merata, inklusif, dan adaptif sehingga seluruh anak di Lampung Tengah memperoleh hak pendidikan yang berkualitas," tegasnya.
Nur Rohman juga menyebut Disdikbud Lampung Tengah mencatat sejumlah capaian sepanjang 2026, antara lain meraih penghargaan The Most Adaptive Regional Program for Equitable Educational Access, keberhasilan revitalisasi bahasa daerah, penguatan pendidikan nonformal melalui PKBM, penilaian pelayanan yang baik dari Ombudsman RI Perwakilan Lampung, serta prestasi dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat nasional.
Ia mengajak kepala sekolah, guru, dan orang tua terus memperkuat kolaborasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Pendidikan yang bermutu di Lampung Tengah hanya akan terwujud jika semua pihak bergerak bersama, saling mendukung, dan tidak saling menyalahkan. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin kita mampu melahirkan generasi Lampung Tengah yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
