MOMENTUM, Bandarlampung – Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Deski Romansyah, merancang prototipe alat penetas telur ayam berbasis Internet of Things (IoT) sebagai karya skripsinya.
Inovasi tersebut memungkinkan peternak memantau dan mengendalikan kondisi inkubator secara real-time melalui smartphone. Alat ini juga dilengkapi rak mekanis yang dapat berputar otomatis secara bolak-balik untuk mencegah kuning telur menempel pada cangkang, sekaligus meniru proses alami induk ayam saat mengerami telur.
Deski mengatakan, prototipe tersebut dikembangkan untuk memberikan solusi yang lebih praktis dan efisien bagi peternak dalam proses penetasan telur.
"Saya ingin memanfaatkan teknologi IoT agar kondisi di dalam inkubator dapat dipantau dan dikontrol secara real-time melalui smartphone. Rak penetas juga dapat berputar otomatis sehingga proses penetasan lebih optimal seperti pengeraman alami oleh induk ayam," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Deski, penerapan IoT pada alat tersebut merupakan implementasi konsep smart farming yang menggabungkan otomatisasi dan konektivitas digital guna meningkatkan efisiensi serta produktivitas di sektor peternakan.
Dosen pembimbing, Bayu Nugroho, mengatakan penelitian tersebut menjadi contoh penerapan teknologi IoT yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang peternakan.
Menurutnya, konsep smart farming tidak hanya diterapkan pada sektor budidaya tanaman, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung modernisasi usaha peternakan.
"Melalui penelitian ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengembangkan perangkat berbasis IoT, tetapi juga menghasilkan solusi yang aplikatif. Prototipe ini masih dapat terus dikembangkan dengan fitur yang lebih lengkap sehingga dapat diimplementasikan secara lebih luas," kata Bayu.
Ia menambahkan, Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya terus mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat melalui inovasi yang bermanfaat. (*)
Editor: Muhammad Furqon
