MOMENTUM, Gununglabuhan--Sebanyak 800 anak dan remaja dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Festival Anak Sholih (FAS) 2026 di Pondok Pesantren Al Mansyurin, Kecamatan Gununglabuhan, Selasa (7-7-2026). Kegiatan yang digelar DPD LDII Waykanan itu menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda sejak usia dini.
Festival dibuka Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Waykanan Arie Anthony Thamrin. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Arie mengatakan, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, Festival Anak Sholih dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai keimanan, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan semangat kebersamaan kepada generasi muda.
"Pemimpin lahir dari proses pembinaan yang baik, dimulai dari kebiasaan berbuat benar, berani bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan menjadi teladan," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi DPD LDII Waykanan yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan pembinaan generasi muda melalui Festival Anak Sholih. Menurutnya, kolaborasi organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.
Usai membuka acara, Arie berdialog dengan para peserta melalui sesi tanya jawab. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapat voucher belanja dari panitia.
Festival berlangsung semarak dan diikuti peserta dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA hingga kalangan remaja. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Waykanan yang religius, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin di masa depan. (**)
Editor: Munizar
