IBN Pringsewu Kembangkan Inovasi Pengolahan Sampah

img
Fauzi bersama tim yang beranggotakan Kanti Lestari dan Leni Angraeni dengan melibatkan 10 pengelola TPS3R Jejama Secancanan sebagai mitra. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pringsewu -- Institut Bakti Nusantara (IBN) Pringsewu melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2026 dengan mengembangkan inovasi pengolahan limbah kertas dan sampah organik di TPS3R Jejama Secancanan, Pringsewu Barat.

Program tersebut mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat Optimalisasi Pengolahan Limbah Kertas dan Sampah Organik melalui Inovasi Alat Cacah dan Pemasaran Digital Produk Kerajinan Kertas Daur Ulang. Kegiatan dipimpin Fauzi bersama tim yang beranggotakan Kanti Lestari dan Leni Angraeni dengan melibatkan 10 pengelola TPS3R Jejama Secancanan sebagai mitra.

Fauzi mengatakan, kegiatan difokuskan pada uji coba modifikasi mesin pencacah limbah kertas dan sampah organik guna meningkatkan efektivitas pengolahan sampah di TPS3R.

"Inovasi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pencacahan, meningkatkan kapasitas produksi bahan baku daur ulang, sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi," katanya, Sabtu (18/7/2026).

Selain menguji teknologi, tim PkM juga memberikan pelatihan pembuatan kertas daur ulang kepada pengelola TPS3R. Peserta mendapat pendampingan mengolah limbah kertas menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah.

Hasil kerajinan tersebut selanjutnya akan dipasarkan melalui platform digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan kelompok pengelola TPS3R.

Rangkaian kegiatan juga diisi edukasi mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan serta pentingnya peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

"Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat berkurang," ujarnya.

Menurut Fauzi, program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memadukan inovasi teknologi dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi sirkular.

"Melalui inovasi alat pencacah yang telah dimodifikasi, kami berharap proses pengolahan limbah di TPS3R menjadi lebih efektif dan produktif," katanya.

Ketua TPS3R Jejama Secancanan, Lukman Riyadi, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya meningkatkan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga menambah keterampilan pengelola dalam membuat produk kertas daur ulang serta memasarkan hasilnya secara digital.

"Kami tidak hanya memperoleh peningkatan teknologi pengolahan sampah, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai pembuatan produk kertas daur ulang dan strategi pemasaran digital yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pengolahan sampah," ujar Lukman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II IBN Pringsewu Miswan Gumanti, Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komputer M. Muslihudin, serta mahasiswa yang tergabung dalam tim pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos