MOMENTUM, Bandarlampung--Genap 20 tahun perjalanan panjang Una--Laila Al Khusna--mengabdikan dirinya menghidupkan dan mengembangkan Batik Siger, sebuah nama yang kini menjadi salah satu ikon kebanggaan seni wastra di Provinsi Lampung.
Dua dekade ini bukan sekadar rentang waktu berkarya, melainkan bukti keteguhan hati menjaga warisan budaya sekaligus berani berinovasi menembus tantangan zaman.
Perjalanan ini tidak dimulai dengan kemudahan. Una pernah menyaksikan kejayaan usaha batik keluarganya meredup perlahan.
Dalam keterbatasan demi menyambung hidup, ia justru melihat betapa berharganya tradisi yang mulai terlupakan. Masa mudanya pun dipaksa dewasa sebelum waktunya, namun ia tak pernah membiarkan semangat budaya ikut runtuh.
Dengan teknik asli yang dipelajari dari orang tua, Una menyatukan jiwa tradisi Lampung dengan sentuhan kreativitas baru.
Lahirlah Batik Siger — bukan sekadar usaha dagang, melainkan jalan mengubah luka masa lalu menjadi misi hidup. Sebelum berfokus sepenuhnya pada batik, ia juga pernah bekerja di PT Sungai Budi dan mendirikan taman kanak-kanak, namun mimpi besarnya untuk budaya tak pernah pudar. Ia kemudian mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik Siguruk, membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar dan mencintai seni ini.
"Kami tidak hanya menjual kain, kami mewariskan kisah. Dua puluh tahun ini kami belajar bersama: bahwa tradisi harus berani melangkah maju agar tetap abadi," ungkap Una saat tampil memukau di ajang Lampung International Fashion Movement (LIFMOVE) 2026, dengan koleksi terbarunya disambut antusiasme luar biasa.
Kini, nama Batik Siger telah dikenal luas, mulai dari pesanan lokal hingga tampil di panggung bergengsi nasional maupun internasional. Karyanya yang memadukan motif ikonik Siger dengan gaya busana modern telah membuktikan bahwa karya lokal mampu bersaing di kancah dunia.
Dua puluh tahun menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang. Una bertekad terus mendampingi pengrajin muda, melestarikan teknik asli, dan memastikan nama Batik Siger senantiasa menjadi cahaya kebanggaan bagi seluruh masyarakat Lampung.(**)
Editor: Agus Setyawan
