Dinsos Lampung Tengah Perkuat Asesmen, Pastikan Bantuan Sosial Tepat Sasaran

img
Kepala Dinsos Lampung Tengah Ari Nugraha Mukti. Foto: Ist.

MOMENTUM, Gunungsugih--Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Tengah memperkuat penerapan asesmen dalam setiap penanganan persoalan sosial untuk memastikan pelayanan dan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Kepala Dinsos Lampung Tengah Ari Nugraha Mukti mengatakan, asesmen diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sebelum pemerintah menentukan bentuk intervensi.

“Dinsos tetap mengedepankan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Namun, kecepatan harus dibarengi ketepatan. Asesmen diperlukan agar penanganan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ari, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, setiap laporan yang diterima tidak langsung ditindaklanjuti hanya berdasarkan informasi awal. Petugas tetap melakukan verifikasi dan penelusuran lapangan untuk memastikan kondisi penerima manfaat.

Ari menjelaskan, asesmen menjadi proses untuk memetakan kondisi sosial individu maupun keluarga, mulai dari kebutuhan, permasalahan, potensi, hingga bentuk bantuan atau pendampingan yang paling sesuai.

“Layanan sosial bukan hanya soal seberapa cepat bantuan diberikan, tetapi seberapa tepat bantuan tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, setiap persoalan sosial memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Karena itu, data dan kondisi lapangan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.

“Jangan sampai karena ingin cepat, bantuan yang diberikan justru tidak sesuai kebutuhan. Prinsipnya adalah respons cepat dan cermat dalam bertindak,” ujarnya.

Ari menyebut, penguatan pelayanan sosial tersebut sejalan dengan arahan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

Menurutnya, keberhasilan program sosial tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi dari dampak yang dirasakan masyarakat.

“Program harus mampu menjawab kebutuhan, memberikan perlindungan kepada kelompok rentan, serta mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian penerima manfaat,” jelasnya.

Untuk mendukung proses asesmen, Dinsos Lampung Tengah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, pendamping sosial, pekerja sosial, lembaga kesejahteraan sosial, serta perangkat daerah terkait.

Ari mengatakan, pendekatan asesmen diterapkan dalam berbagai layanan sosial, seperti penanganan penyandang disabilitas, masyarakat rentan, keluarga yang membutuhkan perlindungan sosial, hingga kelompok masyarakat yang menghadapi persoalan sosial lainnya.

“Targetnya bukan hanya bantuan tersalurkan, tetapi masyarakat yang dibantu mendapat manfaat dan memiliki kesempatan untuk lebih mandiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan cepatnya penyebaran informasi, pemerintah tetap harus memastikan setiap laporan diverifikasi sebelum menjadi dasar pengambilan keputusan.

Menurut Ari, asesmen merupakan bagian dari upaya membangun pelayanan sosial yang transparan, akuntabel, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat tetap mendapat perhatian. Namun, penanganannya dilakukan melalui tahapan yang terukur agar keputusan pemerintah tidak keliru,” pungkasnya.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos