Dinkes Tanggamus Catat 326 Kasus ISPA Akibat Terdampak Abu Vulkanik

img
Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Herry Novrizal. Foto: Ist.

MOMENTUM, Tanggamus -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus mencatat 326 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari 1.329 kunjungan pasien berdasarkan hasil surveilans dampak paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada 7 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Herry Novrizal mengatakan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dilakukan melalui 26 puskesmas di wilayah tersebut.

“Kami melakukan surveilans kasus ISPA akibat abu vulkanik melalui puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat dan perkembangan kasus di wilayah Kabupaten Tanggamus,” kata Herry, Rabu (9/9/2026).

Dari 1.329 kunjungan yang dilaporkan, 326 pasien atau sekitar 24,5 persen mengalami ISPA.

Kasus terbanyak tercatat di Puskesmas Gisting, yakni 43 kasus dari 135 kunjungan. Berikutnya Puskesmas Sumanda dengan 29 kasus dari 70 kunjungan dan Puskesmas Martanda sebanyak 23 kasus dari 57 kunjungan.

Puskesmas Kotaagung, Rantautijang, dan Margoyoso masing-masing mencatat 22 kasus ISPA. Sementara Puskesmas Kedaloman dan Airnaningan masing-masing mencatat 21 kasus, sedangkan Antarbrak 20 kasus.

Herry mengatakan jumlah kunjungan maupun kasus ISPA yang tercatat meningkat dibandingkan laporan sehari sebelumnya.

Pada 6 September 2026, tercatat 158 kunjungan dengan 74 kasus ISPA. Sehari kemudian, jumlah kunjungan meningkat menjadi 1.329 dengan 326 kasus ISPA.

Artinya, kunjungan bertambah 1.171 pasien, sedangkan kasus ISPA meningkat 252 kasus. Namun, secara persentase terjadi penurunan proporsi kasus ISPA terhadap total kunjungan, dari sekitar 46,8 persen menjadi 24,5 persen.

Menurut Herry, peningkatan jumlah data yang tercatat juga dipengaruhi cakupan pelaporan Puskesmas yang semakin lengkap. Pada 6 September, masih terdapat sejumlah Puskesmas yang belum menyampaikan laporan.

“Pada laporan 7 September, hampir seluruh Puskesmas sudah menyampaikan data. Namun masih ada dua Puskesmas yang belum melaporkan, yakni Puskesmas Waynipah dan Gunungsari,” ujarnya.

Dari puskesmas yang telah menyampaikan laporan, tidak ada yang mencatat nihil kasus ISPA. Kondisi tersebut berbeda dengan laporan 6 September, ketika 15 puskesmas tercatat nihil kasus ISPA.

Herry menegaskan data tersebut masih bersifat dinamis dan akan diperbarui berdasarkan laporan yang diterima dari seluruh puskesmas.

Dinas Kesehatan Tanggamus melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) terus melakukan surveilans untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik.

Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gangguan saluran pernapasan setelah terpapar abu vulkanik dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Masyarakat yang mengalami keluhan atau gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik agar tidak mengabaikannya dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pungkasnya.(*) 






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos