MOMENTUM, Tanggamus—Jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Tanjungraja dan Tanjungjati, Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus, kembali digunakan setelah selesai direnovasi selama empat hari.
Peresmian sekaligus uji kelayakan jembatan dilakukan Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Yoffie Kurniawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, bersama Camat Cukuhbalak Aguslan, Babinsa, kepala pekon, dan tokoh masyarakat.
Uji kelayakan dilakukan dengan menaikkan lima orang dan lima sepeda motor secara bersamaan ke atas jembatan. Hasilnya, jembatan tetap kokoh dan dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat.
Renovasi dilakukan secara gotong royong oleh personel kepolisian, Babinsa, Tagana, dan masyarakat. Perbaikan meliputi penggantian papan lantai yang rusak serta pengecatan tiang dan kabel baja penyangga jembatan.
Jembatan tersebut diperkirakan mampu menahan beban sekitar satu ton atau sekitar 10 hingga 20 orang. Untuk memastikan penggunaan tetap aman, kepolisian berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk memasang papan informasi mengenai batas kapasitas jembatan.
Masyarakat juga diminta ikut menjaga kondisi jembatan dan tidak menggunakannya melebihi kapasitas yang ditentukan.
Salah seorang warga, Dewi, mengatakan keberadaan jembatan sangat membantu aktivitas masyarakat. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai yang cukup menyulitkan, terutama ketika hujan dan debit air meningkat.
“Sekarang lebih cepat dan mudah kalau mau ke Tanjungjati,” ujarnya.
Jembatan yang dibangun pada 2001 itu memiliki lebar sekitar 1,3 meter dan panjang 42 meter. Jembatan menjadi akses bagi sekitar 200 keluarga, termasuk sekitar 100 pelajar. Selain itu, puluhan anak juga memanfaatkan jembatan tersebut untuk pergi mengaji di Tanjungjati.
Sebelum diperbaiki, kondisi lantai jembatan mengalami kerusakan selama sekitar empat hingga lima tahun. Perbaikan mulai dilakukan pada 1 September 2026. Selain memperbaiki lantai dan bagian penyangga, petugas bersama masyarakat juga memasang dua lampu tenaga surya di sekitar jembatan.
Dengan selesainya perbaikan, jembatan kembali dapat dimanfaatkan masyarakat. Pengawasan terhadap kapasitas dan kondisi jembatan tetap diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna.(*)
Editor: Muhammad Furqon
