MOMENTUM, Bandarmataram — Puluhan warga Kampung Terbanggimulya, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, mengalami gejala yang diduga keracunan makanan setelah menyantap hidangan dalam acara yasinan, Sabtu (12/9/2026) malam.
Sedikitnya 50 warga mendapat perawatan di sejumlah balai pengobatan, puskesmas, dan tempat praktik bidan desa. Satu warga, Nanik (42), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan.
Nanik mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.00 WIB, Senin (14/9/2026), setelah sebelumnya dirawat di Klinik Mandala Medical Centre. Jenazahnya kemudian dibawa keluarga ke Wayjepara, Lampung Timur, untuk dimakamkan.
Kepala Puskesmas Jatidatar Mataram, Bandarmataram, M. Prihatiningsih mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap warga yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan dalam acara tersebut.
"Masih tercatat 50 orang. Ini bisa bertambah, karena anggota kami masih melakukan pendataan. Selain itu, ada yang tidak mau dirawat, termasuk tuan rumah. Namun, kami tetap sarankan untuk dirawat," kata Prihatiningsih.
Menurut dia, dugaan sementara gangguan kesehatan yang dialami warga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi saat acara yasinan. Petugas telah mengambil dan memeriksa sejumlah jenis makanan yang disajikan.
Makanan tersebut antara lain nasi, daging ayam, daging kambing, urap-urap, mi, dan jengkol.
"Sudah dilakukan cek laboratorium, kita tunggu hasilnya," ujarnya.
Fajar, putra Yoto, warga Dusun 3 Bluro, Kampung Terbanggimulya, mengatakan sejumlah anggota keluarganya turut mengalami gejala setelah menyantap makanan berkat yang dibagikan dalam acara yasinan rutin di rumahnya.
"Termasuk saya, kedua orangtua dan mertua saya serta puluhan jamaah lainnya keracunan diduga santap makanan berkat yang kami sajikan di malam minggu dalam acara yasinan rutin di rumah saya," ujar Fajar, seperti dilansir helloindonesia Senin (14/9/2026).
Gejala mulai dirasakan warga sekitar pukul 22.00 WIB pada Sabtu malam. Keluhan kemudian berlanjut hingga Minggu dini hari dan sejumlah warga lainnya masih mengalami gejala serupa sampai sekitar pukul 15.00 WIB.
Fajar mengaku tidak menyangka makanan yang disajikan dalam kegiatan tersebut menimbulkan masalah. Sebab, makanan dimasak secara bersama-sama oleh warga sekitar.
"Sebab, yang masak itu semua tetangga dan gak tahu kalau kejadian seperti ini," katanya. Saat ditemui, Fajar masih mengeluhkan pusing.
Kepala Kampung Terbanggimulya Samirin membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu merupakan kejadian yang cukup serius dan baru pertama kali terjadi di wilayahnya.
"Baru sekali ini kejadian yang luar biasa. Saya menghimbau juga kepada warga harus berhati-hati memilih makanan," ujarnya.
Setelah kejadian tersebut, sejumlah anggota Polsek dan Koramil Seputihmataram mendatangi lokasi, yakni rumah Yoto di Kampung Terbanggimulya, Bandarmataram.
Hingga Senin (14/9/2026), penyebab pasti warga mengalami gangguan kesehatan belum dapat dipastikan. Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diamankan.(*)
Editor: Muhammad Furqon
