Penggerak Renovasi Jembatan Bumiarum Dapat Penghargaan Kapolres Pringsewu

img
Lima penggerak perbaikan Jembatan Gantung Pekon Bumiarum mendapat penghargaan dari Kapolres Pringsewu. Penghargaan diserahkan Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, Senin (14/9/2026). Foto: Sulistyo.

MOMENTUM, Pringsewu — Lima orang yang dinilai berperan menggerakkan masyarakat memperbaiki Jembatan Gantung Pekon Bumiarum, Kecamatan Pringsewu, mendapat penghargaan dari Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra.

Lima penerima penghargaan terdiri dari tiga personel Polres Pringsewu dan dua kepala pekon. Penghargaan diserahkan Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri dalam apel jam pimpinan di Mapolres Pringsewu, Senin (14/9/2026).

Tiga personel yang menerima penghargaan yakni Iptu Ratno dan Aiptu Sutino dari Polsek Sukoharjo serta Brigpol Nanda Putra dari Polsek Pringsewu Kota. Ketiganya dinilai menjadi penggerak dan inisiator perbaikan jembatan.

Baca Juga: Jembatan Gantung Bumiarum Kini Kembali Aman Dilintasi

Dua penerima lainnya adalah Kepala Pekon Bumiarum Sugimin dan Kepala Pekon Sinar Baru Timur Totong Holidin. Keduanya dinilai turut membantu menggerakkan masyarakat dalam proses renovasi jembatan.

Jembatan yang membentang di atas Way Sekampung itu memiliki panjang sekitar 55 meter dan menjadi akses penting bagi warga Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo. Sebelum diperbaiki, sejumlah papan lantainya lapuk dan berlubang sehingga warga harus ekstra hati-hati saat melintas.

Akses tersebut digunakan masyarakat setiap hari, termasuk untuk bekerja, bersekolah, dan membawa hasil pertanian.

Kondisi itu kemudian mendapat perhatian polisi. Kapolres Pringsewu Dadi Perdana Putra turun mengecek langsung kondisi jembatan dan mendengar keluhan warga.

Perbaikan dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Lebih dari 200 warga dari Kecamatan Pringsewu dan Sukoharjo bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut.

Dalam waktu kurang dari dua hari, jembatan kembali dapat digunakan. Kondisinya kini lebih kokoh dan nyaman dilintasi.

Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap personel dan masyarakat yang berinisiatif menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka.

"Ini bukan hanya soal jembatan. Yang kami lihat adalah kepedulian. Ketika ada fasilitas yang digunakan masyarakat kondisinya sudah tidak layak, ada anggota kami yang berinisiatif, kemudian masyarakat ikut bergerak. Akhirnya persoalan itu bisa diselesaikan bersama," kata Samsuri.

Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah lingkungan.

"Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga punya peran. Kalau ada persoalan di tengah masyarakat lalu kita duduk bersama dan mencari jalan keluarnya, tentu penyelesaiannya akan jauh lebih cepat," ujarnya.

Samsuri berharap gotong royong yang muncul dalam perbaikan jembatan tersebut tidak berhenti setelah pekerjaan selesai. Ia meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat jembatan.

"Jangan sampai setelah jembatannya selesai, semangatnya juga selesai. Justru yang harus dijaga adalah kebersamaannya. Jembatan ini dibangun dan diperbaiki untuk masyarakat, jadi mari sama-sama dirawat," katanya.

Kepala Pekon Bumiarum Sugimin mengatakan perbaikan jembatan dilakukan karena akses tersebut sangat dibutuhkan warga.

"Kalau jembatan ini bermasalah, yang repot bukan hanya satu atau dua orang. Anak sekolah lewat sini, warga bekerja lewat sini, petani juga membawa hasil kebunnya lewat sini. Jadi memang harus segera diperbaiki," kata Sugimin.

Menurutnya, perbaikan dapat dilakukan dengan cepat karena masyarakat merasa memiliki kepentingan yang sama.

"Begitu ada yang mengajak, masyarakat langsung bergerak. Ada yang bawa tenaga, ada yang bantu material, ada yang ikut bekerja. Tidak banyak berpikir ini tugas siapa. Yang dipikirkan bagaimana jembatan ini bisa segera dipakai lagi," ujarnya.

Sugimin menilai penghargaan yang diterimanya juga merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang ikut bergotong royong.

"Kalau saya pribadi, penghargaan ini sebenarnya untuk masyarakat juga. Saya hanya ikut menggerakkan. Yang bekerja dan bergotong royong kan banyak. Tanpa masyarakat, jembatan ini tidak mungkin selesai seperti sekarang," katanya. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos