Samsung Integrasikan AI dan Perangkat Galaxy untuk Pemantauan Kesehatan

img
Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia Yadi Prayitno. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta — Samsung mengembangkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam ekosistem perangkat Galaxy untuk membantu pengguna memantau kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia Yadi Prayitno mengatakan, pemanfaatan teknologi dalam perangkat kesehatan tidak cukup hanya menyajikan data, tetapi juga perlu membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan menentukan tindakan yang sesuai.

"Teknologi perlu membantu manusia memahami dirinya sendiri dengan lebih sederhana dan intuitif," kata Yadi.

Menurut dia, integrasi smartwatch dan AI memungkinkan data kesehatan yang dikumpulkan perangkat diolah menjadi informasi yang lebih mudah dipahami pengguna.

Pendekatan tersebut mencakup pemantauan aktivitas fisik, kondisi tubuh, hingga kebutuhan istirahat. Informasi tersebut dapat digunakan pengguna untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuhnya.

Samsung mengintegrasikan sejumlah fitur kesehatan pada perangkat Galaxy Watch. Untuk pengguna dengan aktivitas olahraga dan mobilitas tinggi, misalnya, Galaxy Watch Ultra2 diposisikan sebagai perangkat pemantauan aktivitas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.

Sementara itu, Galaxy Watch9 dilengkapi fitur seperti Daily Cardio Load dan Fitness Index yang memberikan informasi mengenai beban aktivitas dan tingkat kebugaran pengguna.

Integrasi perangkat juga memungkinkan pengguna mengakses informasi melalui perangkat Galaxy lainnya. Samsung menyebut penggunaan AI berbasis suara, termasuk Gemini melalui fitur Raise to Talk, dapat digunakan untuk mengakses informasi dan kebutuhan tertentu melalui smartwatch.

Informasi seperti jadwal dan pengingat dapat diakses melalui perangkat, sementara pengguna dapat melanjutkan interaksi melalui perangkat Galaxy dengan layar yang lebih besar.

Yadi mengatakan pengembangan ekosistem Galaxy diarahkan agar perangkat dapat saling terhubung sesuai kebutuhan pengguna.

"Profil dan kebutuhannya boleh berbeda, namun prinsip utamanya tetap sama: ekosistem Galaxy hadir untuk melengkapi dan berjalan seirama dengan kehidupan Anda," ujarnya.

Menurut Yadi, pemanfaatan teknologi untuk kesehatan seharusnya tidak membuat pengguna hanya berfokus pada berbagai metrik yang ditampilkan perangkat. Data kesehatan, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi informasi yang membantu pengguna mengambil keputusan dalam aktivitas sehari-hari.

"Pada akhirnya, hidup yang lebih sehat bukanlah tentang mengejar setiap metrik di layar, melainkan memahami kebutuhan tubuh secara bijak setiap hari," katanya.

Pengembangan integrasi AI dan perangkat kesehatan menjadi bagian dari tren pemanfaatan teknologi yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau, tetapi juga memberikan informasi yang lebih kontekstual kepada pengguna.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos