Penyuluh Agama Jadi Motor Perubahan Tubaba

img
Bupati Tubaba Novriwan Jaya beraudensi dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) setempat

MOMENTUM, Panaragan--Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menggandeng penyuluh agama dan majelis taklim untuk mempercepat perubahan di tengah masyarakat. Bupati Tubaba Novriwan Jaya menempatkan penyuluh agama sebagai agen perubahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Penegasan itu disampaikan Novriwan saat beraudensi dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), di Aula Kantor Kementerian Agama setempat, Rabu (16-9-2026).

Menurut Novriwan, program pembangunan tidak akan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, penyuluh agama dan majelis taklim dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Penyuluh agama dan majelis taklim bisa menjadi pionir perubahan di tengah masyarakat,” kata Novriwan.

Dalam pertemuan itu, Novriwan memaparkan lima program yang menjadi fokus pembangunan Tubaba. Lima program itu: Tubaba Q Sehat, pendidikan berkarakter, Tubaba Q Berdaya, kepedulian lingkungan, dan pembangunan infrastruktur yang terarah.

Pada sektor kesehatan, Pemkab Tubaba terus memperluas pelayanan kesehatan gratis hingga tingkat tiyuh melalui program Tubaba Q Sehat. Pemkab mencatat angka harapan hidup masyarakat meningkat dari 70 tahun menjadi 75 tahun dalam satu tahun. Angka itu ditargetkan kembali meningkat hingga 80 tahun.

Di bidang pendidikan, pemkab mendorong penerapan lima pilar pendidikan berkarakter di jenjang SD hingga SMP. Sekolah tidak hanya dituntut mengajar, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui kedisiplinan, etika, dan kebersihan.

Melalui Tubaba Q Berdaya, pemerintah mendorong penguatan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan penyaluran KUR dan KUR super mikro melalui kerja sama dengan BSI dan Bank Lampung. Program lingkungan juga diarahkan menjadi gerakan ekonomi warga.

Novriwan juga mendorong majelis taklim ikut menggerakkan sedekah sampah dengan mengumpulkan sampah plastik dari rumah untuk disetorkan ke bank sampah desa. Hasil pengelolaan sampah disebut telah dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan ambulans desa, BPJS Kesehatan, hingga PBB bagi warga tidak mampu.

Untuk infrastruktur, Pemkab Tubaba mengoptimalkan usulan pembangunan jalan daerah melalui sinergi dengan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).

Kepala Kemenag Tubaba Yulizar Andri mengatakan, saat ini terdapat 43 penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI Tubaba, terdiri atas 39 penyuluh agama Islam, dua Hindu, satu Kristen, dan satu Buddha.

“Para penyuluh agama Islam tersebar di seluruh KUA kecamatan. Kami siap bersinergi dan mendukung program pembangunan Pemkab Tubaba,” kata Yulizar. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos