Danantara Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah, Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah

img
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta--Danantara Indonesia menuntaskan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan investasi jangka panjang di sektor perhotelan sekaligus memperluas layanan akomodasi bagi jemaah haji dan umrah.

Akuisisi yang diselesaikan pada Minggu (18/10/2026) tersebut dilakukan melalui PT Danantara Investment Management (DIM), holding investasi Danantara Indonesia. Lahan itu akan dikembangkan secara bertahap sebagai bagian dari ekosistem haji dan umrah yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, serta layanan pendukung lainnya.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan akuisisi lahan tersebut melengkapi kepemilikan aset hotel yang telah beroperasi di kawasan yang sama.

“Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah,” kata Pandu dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Aset hotel yang dimaksud adalah Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar dan suite. Akuisisi hotel tersebut telah diselesaikan dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026, sedangkan transaksi lahan 4,4 hektare rampung pada 18 Oktober 2026.

Kedua transaksi itu merupakan tindak lanjut kesepakatan strategis yang diumumkan Danantara Indonesia dan Thakher Development Company pada 14 Desember 2025.

Pandu mengatakan, pengembangan investasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola. Selain meningkatkan kapasitas akomodasi, platform tersebut juga membuka peluang memperkenalkan budaya, pelayanan, dan kuliner Indonesia kepada masyarakat internasional.

“Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hotel Novotel Thakher di Makkah. Foto: Ist.

Dikembangkan Bertahap
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan transaksi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi.

Menurut Rosan, pengelolaan aset akan dilakukan dengan disiplin investasi, sekaligus diarahkan untuk membangun ekosistem layanan terpadu bagi jemaah Indonesia dan negara lainnya.

“Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” kata Rosan.

Ia menambahkan, investasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Arab Saudi. Danantara, kata dia, akan menjajaki peluang kerja sama di Madinah serta sektor strategis lainnya di luar properti.

CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut penyelesaian transaksi itu sebagai tonggak penting bagi pengembangan kawasan Thakher Makkah. Menurutnya, kehadiran investor dari luar Arab Saudi mencerminkan kepercayaan internasional terhadap peluang investasi di kawasan tersebut.

Faisal mengatakan, pihaknya akan menyelaraskan rencana pengembangan kawasan dengan tujuan investasi Danantara, termasuk mendukung penyediaan akomodasi bagi jemaah Indonesia yang ingin tinggal di lokasi dekat Masjidil Haram.

Sementara itu, CEO Khomasiah Group, Ammar Baroum, mengatakan investasi tersebut menunjukkan potensi pasar properti dan perhotelan Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah. Khomasiah berperan sebagai mitra lokal yang mendukung penyelesaian transaksi dan pengembangan investasi tersebut.

Lahan seluas 4,4 hektare itu direncanakan menjadi bagian dari rencana induk pengembangan terpadu yang meliputi hotel, fasilitas ritel, dan layanan pendukung jemaah. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap bersama Al-Khomasiah sebagai mitra pengembang lokal.

Studi kelayakan, persetujuan, serta dokumen perizinan yang diperlukan akan disiapkan sesuai dengan tahapan pengembangan dan ketentuan otoritas terkait di Arab Saudi.

Danantara menyatakan pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap dan akuntabel melalui koordinasi dengan otoritas di Arab Saudi dan Indonesia.

Melalui penggabungan hotel yang telah beroperasi dan lahan untuk pengembangan baru, Danantara menargetkan perluasan kapasitas akomodasi serta layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah. Investasi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan pengalaman ibadah jemaah dan memperluas kerja sama ekonomi kedua negara.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos