Indonesia Surga Narkoba

img
Muhammad Furqon

INDONESIA adalah raksasa tidur dengan 280 juta penduduk, kekayaan alam melimpah, dan posisi strategis. Wajar, jika anugerah ini menjadi magnet bagi kepentingan banyak negara asing. Dan saat ini, perebutan pengaruh tidak lagi hadir lewat senjata, melainkan melalui aliran modal, jeratan utang, hingga selundupan narkoba.

Kasus penyelundupan 1,16 ton ketamin asal Malaysia di Belawan serta pembongkaran laboratorium sabu seberat satu ton di Aceh---yang melibatkan ahli kimia asal China---membuktikan hal tersebut. Ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan kejahatan terstruktur lintas negara yang melibatkan jaringan, modal besar, dan tenaga ahli. Dengan barang bukti berton-ton, ratusan ribu generasi muda terancam hancur.

Sejarah telah merekam pelajaran mahal dari Perang Candu abad ke-19. Inggris meruntuhkan sendi-sendi sosial masyarakat China melalui komoditas opium, yang berujung pada kekalahan militer dan penyerahan Hong Kong lewat Perjanjian Nanking. Candu terbukti menjadi pintu gerbang kehancuran sosial sekaligus hilangnya kedaulatan bangsa.

Baca Juga: 530 Ditangkap, Narkoba Tak Henti Beredar

Hari ini, pola serupa patut diwaspadai. Keterlibatan warga negara asing dalam sindikat narkoba skala besar menuntut pengusutan tuntas. Negara tidak boleh lembek; penegakan hukum harus menyasar pemodal dan pengendali utama, bukan sekadar meringkus kurir di lapangan. Lebih dari itu, masuknya narkoba dalam jumlah masif mengindikasikan rapuhnya sistem pengawasan di berbagai lini perbatasan.

Jika kita lalai, sejarah kelam runtuhnya kedaulatan negara akibat narkoba, bukan tidak mungkin terulang dan terjadi di Bumi Pertiwi.

Tabik.

Muhammad Furqon - Pemimpin Redaksi Harian Momentum






Editor: Muhammad Furqon





Berita Terkait

Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos