Soal Proyek Diduga Bermasalah, Begini Tanggapan DPUPR Lampung

img
Pengerjaan bahu jalan di sisi kiri dan kanan Desa Sukadamai Lampung Selatan belum selesai hingga kini. Akibatnya, warga kesulitan untuk memasukkan kendaraan ke rumahnya.// Agung DW
Lampung

Harianmomentum.com--Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Lampung mengakui proyek pembangunan ruas jalan Simpang Korpri - Sukadamai Lampung Selatan sudah mengalami kerusakan.

Namun, Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan  DPUPR Lampung Yudi mengklaim kerusakan tersebut diakibatkan kendaraan yang melintas di jalan itu melebihi tonase.

"Jadi kan jalan itu banyak dilewati mobil-mobil besar saat malam hari. Harusnya kan lewat jalan nasional, karena beratnya melebihi. Kan tidak mungkin juga kita portal," kata Yudi.

Dia mengatakan, sudah melihat langsung ke lokasi dan memang ada beberapa bagian jalan yang rusak. Jika kerusakannya dinilai parah, maka rekanan diminta membongkar ulang.

Baca juga: Proyek Rp60 Miliar, Alamat Perusahaan Diduga Fiktif

Kendati demikian, DPUPR telah menginstruksikan rekanan, PT Gemuntur Agung segera memperbaikinya. “Kami sudah meminta rekanan segera memperbaiki bagian yang rusak karena memang itu (proyek, red) masih dalam masa pemeliharaan,” kata Yudi yang juga merangkap sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Selasa (12-2-19), di ruang kerjanya.

Soal bahu jalan yang belum terselesaikan, dia mengatakan akan segera ditimbun. "Itu yang belum ditimbun yang tidak ada rumahnya, kalau yang ada rata- rata sudah semua. Tapi sudah kita minta timbun, kemungkinan hari ini dikerjakan," tuturnya. 

Dia menjelaskan pada pembangunan tahun anggaran 2018, DPUPR tidak memperbaiki sepenuhnya. "Karena ada beberapa titik yang sudah rigit beton pada tahun anggaran 2017. Jadi itu kita lewati," sebutnya. 

Namun, berdasarkan pengamatan di lapangan banyak bagian depan rumah warga yang belum tertimbun sehingga menyulitkan mereka ketika ingin memasukkan kendaraan.

Sebelumnya diberitakan, Proyek pembangunan ruas jalan Simpang Korpri—Sukadamai, di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) senilai Rp60 miliar diduga bermasalah dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kegiatan.

Program pembangunan yang dinaungi DPUPR Provinsi Lampung itu menggunakan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) tahun anggaran 2018.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, proyek yang dikerjakan PT Gemuntur Agung itu sudah banyak mengalami kerusakan disana- sini. Padahal pekerjaan peningkatan jalan sepanjang 20 kilometer itu baru seumur jagung.

Di sepanjang ruas jalan itu setidaknya ada sekitar 117 tambalan pada jalan aspal yang baru selesai dibangun sekitar bulan Juli 2018 lalu. Begitupun pada pengerjaan rigid beton di ruas jalan itu, sebagian terlihat bergelombang dan ada beberapa bagian beton yang terkelupas atasnya.

Bahkan, pengerjaan bahu jalan selebar satu meter pada masing- masing ruas jalan kanan dan kiri belum rampung dikerjakan di Desa Sukadamai dan Desa Rejomulyo.

Di Desa Sukadamai sekitar 300 meter pengerjaan bahu jalan belum selesai. Tepatnya di depan kelompok bermain (Kober) Al-Istiqomah. Selanjutnya, di depan SDN 1 Sukadamai lebih kurang sepanjang 500 meter.

"Kami bingung pak, bagaimana mau masukin motor ke rumah. Lah jalannya begitu, tinggi betul. Harus buat jembatan sendiri ini," jelas Warno, warga Desa Sukadamai.

Dia mempertanyakan kenapa di lokasi lain disisi kiri dan kanan jalannya sudah selesai pembangunan bahu jalan. Tetapi di depan rumahnya tidak kunjung selesai.

"Percuma jalannya dibagusin tapi saya susah masuk ke rumah sendiri," keluh Warno saat ditemui di depan ruamhnya.

Selanjutnya, pada sambungan aspal dengan rigid beton terlihat ketimpangan tinggi sehingga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas.   

Kerusakan terparah terlihat di Desa Sukadamai Kecamatan Natar. Tepatnya di dekat Pasar Sukadamai.  Kemudian di kebun karet milik PTPN VII juga mulai mengalami kerusakan dan tambal sulam.

Salah satu pedagang di kebun karet itu, Heri mengatakan pembangunan jalan tersebut belum genap setahun. "Paling baru beberapa bulanlah," ujar Heri saat ditemui di lokasi kepada harianmomentum.com.

Anehnya, meski jalan itu baru selesai dibangun tetapi sudah kembali rusak. Seperti banyaknya tambal sulam dan keretakan. "Iya sudah mulai rusak lagi padahal masih baru. Nggak tau juga apakah karena banyak mobil besar yang lewat sini atau karena kualitas proyeknya kurang baik," ucapnya.

Senada, warga Desa Rejomulyo Kecamatan Jatiagung Sabdani mengaku proyek pembangunan jalan tersebut baru hitungan bulan. "Jalan ini baru selesai beberapa bulan lalu sih. Sampai Sukadamai itu jalannya sudah bagus semua. Tapi ya memang sudah ada yang rusak lagi," kata Sabdani. (adw/ap)



Leave a Comment