PTPN VII-BPKP Lampung Komit Tingkatkan Assesment GCG Berkelanjutan

img
Kesepakatan kerja sama peningkatan Assesment GCG dengan Kepala BPKP Lampung Kisyadi, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Direksi PTPN VII, Senin (24-2-2020)

MOMENTUM, Bandarlampung--PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII dan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Lampung berkomitmen untuk meningkatkan assesment Good Corporate Govermance (GCG).

Hal ini dikatakan Direktur Operasional PTPN VII Achmad Sudarto pada acara penandatangan kerja sama peningkatan Assesment GCG dengan Kepala BPKP Lampung Kisyadi, di Ruang Rapat Lantai III Kantor Direksi, Senin (24-2-2020).

Menurut dia, dengan dilakukannya Assesment ini bertujuan untuk melakukan penilaian penerapan GCG ditinjau dari peraturan yang berlaku yang ada di PTPN VII. 

PTPN VII telah menerapkan GCG dimulai pada tahun 2016, dan dilakukan assesment ditahun 2017, 2018 bersama BPKP.  Tahun 2020 ini, PTPN VII melakukan lagi assesment GCG  kelanjutan yang berkerja sama dengan BPKP Lampung.

Pada perusahaan BUMN, GCG ini bagian sangat penting, karena sebagai indikator pemegang saham dalam melakukan penilaian. Di PTPN VII  kita terus melakukan perbaikan walaupun secara skor sudah cukup baik diatas 80. Ia berharap dengan adanya pendampingan assesment dari BPKP Lampung, GCG di PTPN VII tidak hanya dari skor saja yang lebih baik, tapi lebih penting implementasi menjadi tambah baik.

“Kami sangat berharap dengan BPKP dalam melakukan pendampingan ini bisa meningkatkan kompetensi temen-temen di Bagian SPI PTPN VII,” katanya.

Ia juga berharap kepada temen-temen di Bagian SPI agar lebih aktif lagi dalam melakukan pengawasan ke unit-unit, agar perusahaan bisa melakukan efisiensi, lebih ekonomis dalam hal mencapai visi misi perusahaan.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Sudarto ini juga mengungkapkan ucapan terima kasih kepada tim BPKP Lampung yang telah bersedia melakukan pendampingan peningkatakan GCG berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPKP Lampung Kisyadi mengatakan keberadaan BPKP saat ini bukan sebagai audit, tetapi untuk memberikan masukan dan saran untuk bersama-sama apa yang bisa dilakukan dengan sumber daya yang ada, coba dioptimalkan. Agar ada perubahan yang signifikan terutama di PTPN VII.

Dari hasil  laporan catatan audit di PTPN VII hingga saat ini wajar tanpa pengecualian, tidak ada kecurangan yang material. Tapi dilihat dari perolehan laba, ini yang harus jadi pemikiran kita. Ia berharap keterbukaan dan kejujuran sangat diharapkan, data-data yang diberikan benar-benar riil. PTPN VII harus menjadi leader. BUMN harus menjadi contoh perusahaan-perusahaan yang lain. (rls)

Editor: Nurjanah



Leave a Comment