PKS Ajak Bangun Ketahanan Pangan Keluarga

img
Kajian keluarga online PKS Bandarlampung. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandarlampung menggelar kajian keluarga online bertajuk “ketahanan pangan keluarga di masa pandemik”, Senin (29-6-2020).

“Kajian online keluarga dilaksanakan dalama rangka memaknai hari keluarga nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni,” kata Ketua BPKK DPD PKS Bandarlampung Yuni Karnelis melalui pesan yang diterima harianmomentum.com, Selasa (30-6-2020).

Menurut dia, sesuai instruksi presiden PKS, kajian keluarga tersebut mengangkat tema ketahanan pangan keluarga.

“Tujuannya agar keluarga-keluarga di Indonesia khususnya di Bandarlampung bisa memiliki ketahanan pangan dengan cara memanfaat pekarangan rumahnya,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PKS Bandarlampung Aep Saripudin mengatakan, kebijakan pemerintah dalam kondisi new normal saat ini memungkinkan masyarakat untuk berinteraksi kembali dengan orang lain.

“Karena itu kita diminta untuk tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan, dan yang tidak kalah penting adalah menjaga daya tahan tubuh,” imbau Aep dalam sambutannya.

Menurut dia, salah satu faktor menjaga daya tahan tubuh adalah kecukupan gizi. Bicara kecukupan gizi tidak harus mahal, bisa berasal dari rumah kita sendiri.

“Tujuan kajian ini agar kader PKS dan masyarakat bisa membangun ketahanan pangan keluarga yang berasal dari pekarangan rumah masing,” jelasnya.

Hal itu sesuai dengan imbauan presiden PKS, Muhammad Sohibul Iman. “Beliau berpesan agar para kader PKS berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan nasional. Mari bersama dekat dengan alam, cintai tanaman, cintai pangan dan jadikan bertanaman sebagai hobi,” seru Aep.

Kajian keluarga online BPKK DPD PKS Bandar Lampung menghadirkan narasumber Nurul Hidayati yang merupakan praktisi ketahanan keluarga nasional.

Menurut Nurul, di masa pandemi covid-19, ketahanan pangan keluarga menjadi sangat penting. “Apalagi Indonesia dianugerahi 14 juta hektare lahan pekarangan rumah,” ujarnya.

Terlabih, sambung dia, iklim tropis di Indonesia sangat bersahabat untuk bercocok tanam, dan mataharinya selalu bersinar sepanjang tahun.

“Sehingga tepat jika dikatakan bahwa ketahanan pangan nasional harus dimulai dari ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dengan memanfaatkan lahan pekarangan,” ungkapnya.(ril)

Editor: Agung Chandra W



Leave a Comment