KSO, Transformasi Kultur Pengelolaan Teh Pagaralam

img
Pemetik teh di perkebunan Gunung Dempo Pagaralam.

MOMENTUM, Pagaralam--Menjelang dua tahun kerja sama operasional (KSO) PTPN VII dan PT Kapebe Chakra untuk mengelola kebun dan pabrik teh Gunung Dempo di Pagaralam, Sumsel, kinerja salah satu unit kerja PTPN VII ini membaik.

Meskipun belum mencatatkan laba signifikan, industri perisa minuman alamiah ini tidak lagi merugi. Lebih dari sekadar keuntungan material, KSO telah membentuk kultur baru yang lebih kompetitif.

Mengelola kebun teh seluas 1,500-an hektare di lereng Gunung Dempo, PTPN VII mewarisi teknologi dan budaya dari zaman kolonial. Dalam perkembangannya, kultur lama kurang mendapat sentuhan modernitas teknologi maupun strategi baru, terutama soal kreativitas produk maupun model pemasaran.

“Kami tanda tangani KSO dengan Chakra (PT Chakra PT Kapebe Chakra) pada 30 November 2018. Memang, sampai hari ini kenaikan produksi dan kinerjanya belum mampu menembus RKAP, tetapi secara nilai, KSO ini sangat baik. Ada transfer ilmu dan budaya kerja yang sangat kompetitif. Ini prospek yang sangat baik,” kata Pjs. Asisten Kepala Tanaman Bambang Budi Utomo

Ia mengatakan, dalam proses on farm, transfer ilmu dan kinerja terjadi pada model perawatan kebun. Salah satu yang baru dari perlakuan yang diterapkan dengan standar Chakra adalah kebersihan kebun dari gulma dan penghilangan jamur dari batang teh.

Secara keseluruhan, ia mengatakan transformasi yang mendasar adalah pada budaya kerja. Mitra KSO dengan manajemen yang ketat berbasis perusahaan swasta nasional itu memberikan penguatan terhadap nilai-disiplin, efektif, dan efisien dalam pemanfaatan resources yang ada.

“Secara teknologi, kita relatif sama. Yang berbeda adalah cara kerja KSO yang lebih ketat. Mitra KSO juga sangat kreatif dalam hal model pemasaran dan mengikuti tren pasar dunia. Apa yang sedang tren, produk kita menyesuaikan,” kata dia. (**)

Laporan/Editor: rilis/Nurjanah



Leave a Comment