Lampung Jadi Provinsi Terbaik Kedua dalam Pengendalian Inflasi

img
Kepala Biro perekonomian Lampung Elvira Umihani.

MOMENTUM, Bandarlampung--Lampung menempati posisi nominasi I sebagai provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi di Pulau Sumatera.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koordinator Perekonomian selaku Ketua TPIP (Tim Pengendali Inflasi Pusat) Nomor 264 tahun 2020.

Kepala Biro Perekonomian Elvira Umihani menyatakan, posisi itu merupakan yang pertama kalinya diraih Provinsi Lampung.

"Alhamdulillah memang baru sekali ini Lampung masuk nominasi, kalau sebelumnya tidak pernah," kata Elvira di ruang kerjanya, Jumat (23-10-2020).

Dia menjelaskan, untuk provinsi terbaik se-Sumatera diraih Sumatera Barat dan Kepulauan Bangka Belitung menempati posisi nominasi II.

"Sebenarnya kita terbaik kedua, cuma istilahnya digunakan nominasi I. Jadi penghargaan ini diberikan setiap tahun dan tiap-tiap wilayah. Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi," sebutnya.

Dia menerangkan, dalam penilaian pengendalian inflasi daerah menggunakan 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif). "Jadi 4K itu yang dilakukan dalam pengendalian inflasi," ujarnya.

Menurut dia, salah satu faktor utama yang menjadikan Lampung sebagai provinsi terbaik kedua adalah Kartu Petani Berjaya.

"Kebetulan kan memang tema Rakor TPID tentang digitalisasi UMKM pangan. Jadi memang pas banget dengan KPB," sebutnya.

Dia menerangkan, pelaksanaan KPB di tahun 2019 masih dalam tahap awal, namun secara konsep memang sudah terlaksana.

"Karena dengan KPB, petani kita jamin dan kita pastikan ketersediaan sarana produksinya. Mulai dari bibit, pupuk, kita juga fasilitasi KUR. Harapannya produksi padi di Lampung meningkat," terangnya.

Alhasil, berdasarkan rilis Badan Pusat Statis (BPS) produksi padi dan luas tanam di Lampung meningkat. 

Karena itu, dia menargetkan, Lampung akan menjadi provinsi terbaik se-Sumatera dalam pengendalian inflasi.

"Mudah-mudahan tahun 2021, Lampung bisa juara satu se-Sumatera. Apalagi tahun 2020 ini kan KPB sudah launching (diluncurkan)," tuturnya. (**)

Laporan/Editor: Agung DW



Leave a Comment