Pemkot Metro Targetkan 7.000 Titik Lampu Jalan Terpasang Dalam Setahun

img
Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro Helmy Zain

MOMENTUM, Metro--Pemerintah Kota Metro mulai tancap gas menuntaskan krisis Penerangan Jalan Umum (PJU). Melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Pemkot Metro menargetkan 7.000 titik lampu jalan baru terpasang dalam waktu satu tahun .

Langkah tersebut diambil untuk menutup kekurangan dari total kebutuhan 12.000 titik PJU di Kota Metro. Saat ini, baru sekitar 5.000 titik yang terpasang, sehingga masih terdapat defisit 7.000 titik yang belum terpasang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro Helmy Zain menegaskan, proyek  pemasangan lampu jalan tersebut menjadi solusi percepatan tanpa membebani APBD di awal.

“Kebutuhan kita 12.000 titik, yang terpasang baru 5.000. Sisanya sekitar 7.000 titik akan kita kerjakan melalui skema KPBU dengan pihak ketiga,” ujar Helmy, Senin (23-2-2026).

Proyek ambisius itu mendapat asistensi langsung dari pemerintah pusat. Saat ini tahapan sudah masuk studi pendahuluan yang difasilitasi Kementerian Keuangan bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII). Seluruh biaya studi dan konsultan ditanggung pihak pendamping.

“Kalau ini berjalan lancar, program unggulan Wali Kota ‘Jalannya Mulus, Lampunya Terang’ bisa tuntas dalam setahun,” tegasnya.

Skema KPBU tersebut memiliki masa kerja sama 10 tahun. Tahun pertama difokuskan pada konstruksi besar-besaran 7.000 titik lampu. Menariknya, Pemkot baru mulai membayar skema Availability Payment (AP) pada tahun kedua hingga tahun ke-11.

Selama masa kontrak, seluruh operasional dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab Badan Usaha Pelaksana (BUP).

“Kita ini istilahnya membeli ‘nyalanya’. Lampu harus menyala. Kalau mati, maksimal 1x24 jam harus diperbaiki. Kalau terlambat, ada pemotongan pembayaran,” terangnya.

Tak hanya menambah titik baru, proyek tersebut juga akan mengganti sekitar 1.400 lampu konvensional jenis Son-T yang boros energi. Lampu lama tersebut menghabiskan daya hingga 500 watt (termasuk trafo), sementara lampu LED hanya sekitar 90 watt namun jauh lebih terang.

Menurut Helmy, migrasi ke LED bukan hanya meningkatkan kualitas pencahayaan, tetapi juga memangkas beban listrik daerah secara signifikan.

“Masyarakat lebih suka LED karena putih dan terang. Umurnya juga panjang dengan garansi lima tahun. Daya turun drastis, otomatis tagihan listrik ikut turun,” jelasnya.

Meski nilai investasi terlihat besar, Helmy menegaskan skema ini sepadan dengan manfaat jangka panjang. Setelah 10 tahun, seluruh aset akan menjadi milik penuh Pemerintah Kota Metro.

“Memang terlihat mahal karena mereka investasi dan memelihara 10 tahun. Tapi dampaknya langsung terasa—kota terang, persoalan PJU selesai. Pemda bisa fokus ke infrastruktur jalan,” jelasnya. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos