Ibu Mas Puis Butuh Uluran Tangan Dermawan

img
Ibu Mas Puis Butuh Uluran Tangan Dermawan.

MOMENTUM, Kotaagung-- Perempuan renta itu hanya bisa terbaring lemah di ranjang sederhana beralaskan kasur bertutup karpet plastik. Tubuhnya yang renta mulai kurus, tulang kecil tangannya nampak menonjol berbalut keriput kulit di usia senjanya. 

Perempuan ini bernama Tarwiyah, ia telah terbaring di tempat tidur sejak selama 5 bulan karena mengalami sakit paru-paru pada usia senjanya. 

Nampak jelas dihidung Tarwiyah dipasang oksigen dari tabung besar di sisi kirinya tempat tidurnya. 

Tarwiyah adalah ibu dari "Mas Puis", seorang pria tuna wicara yang masih menjadi trending topik dengan ulahnya membuat postingan-postingan konyol menggelitik netizen di group Orang Kotaagung Tanggamus. 

"Kalo duduk, kepala pusing," kata Tarwiyah. 

"Saya pingin sembuh dan berkumpul dengan anak-anak," harapan nya. 

Ia mengatakan sangat menyayangi "Mas Puis" yang merupakan putra ketiganya. "Sayang banget," ucapnya. 

Tarwiyah mengaku bahwa "Mas Puis" mengalami tuna wicara (Bisu) sejak kecil saat itu "Mas Puis" sakit telah dibawa ke dokter. "Dulu waktu kecil dia kejang-kejang sakit panas, trus sampe kayak gini ini kondisi puis. Kita udah sareat," tutupnya. 

Menurut keterangan Salimin selaku suami Tarwiyah atau ayah dari "Mas Puis" bahwa istrinya telah menderita sakit hampir 5 bulan lamanya. 

"Sakitnya sudah 5 bulan, karena infeksi paru-paru," kata Salimin didampingi "Mas Puis". 

Saliman menjelaskan, dalam 5 bulan tersebut ia telah 2 kali membawa ibunya "Mas Puis" ke rumah sakit Pringsewu dan 1 kali ke RSUD Batin Mangunang Kotaagung namun belum juga menunjukan kesembuhan. 

"Sudah 2 kali ke rumah sakit di Pringsewu dan 1 kali di Rumah Sakit Kotaagung. Sampe sekarang enggak dibawa lagi karena kendala biaya," jelas pria yang berprofesi tani itu. 

Dalam tempo perawatan ibunya "Mas Puis" di rumah yang juga bergantung kepada oksigen, ia telah menghabiskan 130 tabung besar dan jika 150 jika ditambah tabung kecil. 

Untuk membeli oksigen itu serta perobatan istrinya, Salimin harus rela menguras seluruh isi tabungan, menerima bantuan anak-anaknya dan saat ini "Mas Puis" juga bekerja buruh kayu guna menyambung nafas ibunya. 

"Beli oksigennya di Kotaagung, yang besar Rp200 ribu. Dipakai selama 24 jam, jadi setiap harinya butuh Rp200 ribu untuk beli tabung oksigen. Uangnya ya dari hasil kebun buah-buahan, uang BRI, dibantu anak. Saat ini Puis juga bekerja upahan angkut kayu," ujarnya. 

Kesempatan itu, Salimin berharap bantuan kepada pemerintah maupun donatur yang bersedia meringankan beban keluarganya khususnya membeli oksigen. 

"Harapannya ke pemerintah, saya mohonlah dibantu untuk pengobatan istri saya supaya dapat sembuh sedia kala sebab saya sudah kehabisan uang," tandasnya. 

Kepada para dermawan yang bersedia membantu meringankan keluarga "Mas Puis" dapat menyalurkan langsung ke rumahnya di Dusun Gotong Royong Pekon Benteng Jaya, Kota Agung Pusat. 

Atau dapat melalui transfer ke rekening anak bungsunya rekening  BCA 2180166141 An. Agung Prassetyo dan mengkonfirmasi telfon Salimin selaku ayah "Mas Puis" di nomor 085384287771. (**)

Laporan: Galih/Asdijal

Editor: Agus Setyawan






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos