Dorong Minat Literasi, FKPPIB Bedah Novel '24 Jam Tanpa Detik'

img
Foto bersama peserta bedah novel "24 Jam Tanpa Detik"

MOMENTUM, Bandarlampung--Forum Komunikasi Putera Puteri Indonesia Bersatu (FKPPIB) mendorong minat literasi generasi muda.

Dalam upayanya, pekumpulan yang menjadi wadah aspirasi anak-anak karyawan BUMN itu menggelar kegiatan berupa bedah novel "24 Jam Tanpa Detik" karya Sukma Wulan Suci, Anggota Bidang Perempuan FKPPIB.

Kegiatan bertajuk "Kartini Muda, Tetap Produktif dan Menginspirasi" berlangsung di Kafe Inspirasi Corner Jalan Endro Suratmin Nomor 110, Waydadi, Sukarame, Sabtu (26-3-2022).

Acara menghadirkan Naqiyyah Syam, penulis yang juga Founder Komunitas Tapis Blogger. Hadir pula, akademisi sekaligus Staf Khusus Kementerian Pertahanan Dr. Sairul Basri, S.Ag., S.H.,M.Pd.I yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Andi Firmansyah, Ketua Dewan Pengawas FKPPIB mengatakan organisasi ini didirikan untuk mengoptimalkan potensi anggota. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FKPPIB mendorong kreativitas pemuda-pemudi yang tergabung dalam organisasi.

Baca Juga: Mahasiswi UIN Lampung Terbitkan Buku Kesehatan Mental

"Semoga kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi internal FKPPIB tapi juga memberikan motivasi kepada para generasi muda agara mengoptimalkan masa mudanya untuk menghasilkan karya," ungkapnya.

Ketua Bidang Perempuan FKPPIB, Pramaishela Nabilah Putri mengatakan kegiatan juga digelar dalam rangka menyambut Hari Kartini 21 April 2022 dan didedikasikan bagi para perempuan di Indonesia. "Tema novel yang akan dibedah berkaitan dengan kesehatan mental seorang perempuan dan bagaimana perjuangan untuk melewatinya," ujarnya.

Melalui kegiatan itu, dia juga ingin menyerukan kepada seluruh perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental diri bagi sesama perempuan. Selain itu, semoga menjadi inspirasi bagi anak muda untuk terus semangat menghasilkan karya.

Novel "24 Jam Tanpa Detik" menceritakan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Yura yang penuh dengan cobaan hingga sempat merasa hidupnya tidak beruntung dan berfikir mengakhiri hidupnya. Namun diakhir cerita, Yura akhirnya berhasil mengarungi semuanya hingga meraih kebahagiaan.

Sukma mengatakan novel ini didedikasikan untuk seluruh perempuan di Indonesia. "Apa pun masalah dan rintangan yang dihadapi jangan sampai menghancurkan mental. Sebab hidup tidak selamanya mendung dan hujan, pasti akan ada hari yang cerah jika kita bersabar," ujar penulis yang juga mahasiswi UIN Raden Intan Lampung itu.

Penulis yang juga Founder Komunitas Tapis Blogger Naqiyyah Syam mengapresiasi keberanian Sukma Wulan Suci menerbitkan novel solo perdananya. Sebab menurutnya tidak banyak penulis muda yang berani mempublikasikan karyanya.

Naqiyyah memberikan kritik dan masukan terhadap novel 24 Jam Tanpa Detik, di antaranya karakter tokoh dalam novel yang kurang digali lebih dalam, terutama terkait deskripsi fisik. Selain itu penggambaran latar atau lokasi kejadian pun masih belum dipaparkan secara spesifik.

"Karena bedah novel ini bertujuan untuk memberikan kritik dan masukan, saya berharap ke depan penulis akan merevisi isi novel agar lebih sempurna. Namun dari sisi ide cerita, novel ini sudah sangat bagus dan memberikan pesan moral untuk pembaca," ujar Naqiyyah.

Naqiyyah berharap bedah novel ini menjadi pemantik semangat bagi penulis untuk terus menghasilkan karya. Semoga semangat menulis yang dimiliki oleh Sukma menular kepada generasi muda lainnya untuk berani menulis dan mempublikasikannya, sehingga akan lahir penulis-penulis besar asal Lampung.

"Saya juga berharap dalam novel yang ditulis Sukma ke depan akan lebih banyak mengangkat tempat wisata, budaya, juga makanan khas Lampung yang sangat menarik untuk dijadikan latar dalam sebuah novel. Sehingga pembaca akan ingat, novel tersebut ditulis oleh seorang perempuan asal Lampung," ungkapnya. (**)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos