Mahasiswa KKN Unila Bantu Cara Mudah UMKM Dapat Legalitas Usaha

img
Mahsiswa Unila KKN di Kotabesi, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat.

MOMENTUM, Batubrak -- Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) memberikan pendampingan pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) memperoleh legalitas usaha.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.24 Tahun 2018, pelaku UMKM harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPPIRT).

Bantuan itu diberikan kepada pelaku UMKM tempat mahasiswa Unila melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Pekon/Desa Kotabesi, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat.

Ghraito Arip, koordinator desa yang juga mahasiswa Fakultas Hukum Unila, mengatakan bantuan itu bertujuan meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha. Sekaligus meningkatkan kualitas UMKM yang ada di Pekon Kotabesi.

Diaktakan, progam pendampingan pelaku UMKM itu, sudah disiapkan sejak pra-KKN. Didasarkan pada hasil observasi dan dialog dengan kepala desa/peratin Kotabesi. Yaitu, beberapa pelaku usaha termasuk pengolahan kopi bubuk belum memiliki legalitas usaha.

"Program ini sengaja kami siapkan agar para pelaku usaha di Pekon Kotabesi memiliki legalitas usaha sebagai payung hukum sekaligus penguatan identitas usaha, sehingga diharapkan bisa memberikan peluang untuk berkembang lebih pesat dalam segi perluasan domain pasar maupun omset penjualan," jelasnya.

Para pelaku UMKM di Pekon Kotabesi beranggapan, pengajuan legalitas usaha itu harus melalui prosedur yang rumit. Mahasiswa Unila membantu dengan memberikan informasi prodsedur penerbitan yang tepat secara online yang dilaksanakan melalui website oss.go.id.

"Dengan adanya sistem online single submission, para pelaku usaha mikro bisa dengan mudah mendapatkan legalitas usaha dan izin usaha yang wajib mereka miliki sebagai dasar hukum terkait usaha yang merela kembangkan, kata Arip.

Kopi Minan merupakan salah satu UMKM yang mendapat pendampingan dari mahasiswa Unila. Sejak proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga(SPPIRT) hingga penggunaan e-commerce sebagai media perluasan domain pasar bagi produk kopi bubuk yang selama ini telah berjalan.

Pemilik Kopi Minan, Rusman mengaku terbantu dengan pendampingan tersebut. “Kami berharap, UMKM di Pekon Kotabesi menjadi lebih baik. Apa yang kami lakukan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Nabila mahasiswa Fakultas Pertanian Unila. (*)


Editor: Muhammad Furqon


Leave a Comment